Day 24 KKN

Hari ini ada 2 orang temen main ke rumah pondokan. Katanya ini kali pertama mereka keluar menghirup udara segar selain udara rumah. Kita ngobrol berempat cukup lama. Dzuhur sampe Ashar.

Entah ini dibilang gosip, ngomongin orang, atau memberi informasi penting. Tema pembicaraan kita adalah sebuah perselingkuhan.

Yaah, anak muda. Mungkin orang umum nganggep selingkuh selama belum menikah itu biasa, wajar. Tapi, hey, justru ini menggambarkan bagaimana kamu nanti di jenjang yang lebih serius. Let’s explain it… dengan paradigma anak muda sekarang…

Contohnya, kalo kamu kelibat cinlok sama teman satu kkn kamu, padahal kamu udah punya pacar, artinya kamu selingkuh. Ya, kan? Apalagi pacar kamu itu orang baik, yang setia nungguin kamu jauh dari tempat kknmu tanpa kepastian. Atau pacar kamu itu orang pinter yang selalu temenin kamu sekaligus bantuin kerjain tugas, sampe skripsi (maybe?). Dan dengan alasan kebaikan-kebaikan pacar kamu itulah kamu gak tega buat mutusin dia. Wow, amazing…

Bagaimana kalo kasusnya adalah, pasangan yang terlibat cinlok dengan kamu itu juga sama-sama punya pacar yang lagi nungguin dia jauh di rumahnya (-_-”). Simply, kedua pasangan ini sama-sama punya pasangan masing-masing, dan mereka sadar tentang hal itu.

This is worse.

Dunia udah gila.

Kita hindari pembahasan mengenai masing-masing pasangan jauh mereka, karena udah pasti itu menyakitkan buat mereka.

Ini tentang si kamu, yang melakukan perselingkuhan. Apakah kamu gak sadar? Dengan kamu tau bahwa pasangan cinlok kamu itu sudah menyelingkuhi pacarnya, bisa saja terjadi padamu. Bisa aja suatu saat kamu yang jadi selingkuhannya. Gak masalah kalo kamu fine dengan hal itu, tapi berarti kamu hanya barang cadangan. Yang diambil kalo perlu aja, suka aja, dukanya gatau deh…

Sadarlah, kalo kamu belum tahu tentang hal ini.

Karena orang memperlakukanmu seperti kamu memperlakukan orang lain

Amien Rais “Bongkar Kejahatan Freeport”

amienTak ada yang berubah dari sosok Amien Rais. Penampilannya yang sederhana, dan keberaniannya dalam mengeritik penguasa, masih tetap melekat pada tokoh reformasi ini. Urusan mengeritik penguasa, Amien tak main-main. Belakangan, lelaki kelahiran Surakarta, 26 April 1944 ini, kembali melakukan gebrakan. Isu lawas soal korupsi, perusakan lingkungan dan penjarahan besar-besaran yang dilakukan PT Freeport, sebuah perusahaan pertambangan asing, kembali ia gulirkan.
Dulu pada tahun 90-an, kritiknya soal Freeport menyebabkan ia ‘ditendang’ dari Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) oleh Suharto. Mengangkat isu ini menurut Amien, ibarat membentur tembok tebal. Banyak pihak yang terlibat, terutama para pejabat bangsa ini dan kepentingan asing. Kepada wartawan SABILI Artawijaya dan Rivai Hutapea, mantan Ketua MPR-RI ini bicara blak-blakan soal Freeport. Berikut wawancara lengkapnya yang berlangsung di pendopo dekat
rumahnya di Condong Catur, Yogyakarta, pada Selasa (31/01).

Apa yang melatarbelakangi Anda kembali berteriak lantang soal Freeport?
Jadi pada awal reformasi saya betul-betul tidak bisa menerima sebagai anak bangsa, sebagai umat, melihat kelakuan investor asing yang mengeksploitasi kekayaan alam kita lewat industri pertambangan secara sangat ugal-ugalan, sangat tidak masuk akal. Malah waktu itu saya berhasil menguak pertambangan Busang, yang mestinya akan dibuka di Kalimantan, kemudian andaikata penipuan Busang itu menjadi kenyataan, maka mereka bisa menjual saham di New York dengan harga yang aduhai. Sementara sesungguhnya Busang itu pepesan kosong belaka. Kemudian setelah saya dengan izin Allah, berhasil membongkar kebohongan Busang itu, saya mengarahkan bidikan saya ke kejahatan yang dilakukan oleh PT Freeport McMoran disekitar Timika. Saya mendasarkan kritik saya bukan hanya kata si Fulan dan si Fulanah, atau berdasarkan qaala wa qiila, tetapi saya memang datang sendiri ke pertambangan Freeport itu. Bahkan saya sempat menginap disana dan saya relatif sudah menjelajahi selama setengah hari keadaan pertambangan itu. Sebagai seorang anak bangsa saya betul-betul tidak bisa menerima bahwa ada wilayah kita yang diacak-acak oleh perusahaan Amerika secara sangat menghina, karena sebuah gunung sudah lenyap menjadi danau yang sangat jelek. Kemudian entah berapa luasnya tanah sekitar pertambangan sudah rusak total. Saya juga melihat dengan mata kepala ada pipa besar yang dipasang dari pusat pertambangan di Grasberg disekitar Tembaga Pura itu turun kebawah sepanjang seratus kilometer sampai ke tepi laut Arafura. Kemudian ternyata pipa itu untuk menggotong concentrate atau biji tambang emas, perak dan tembaga yang kita tidak pernah tahu volume atau jumlahnya. Apalagi saya diberi tahu bahwa jelas kali Freeport itu menggelapkan pembayaran pajaknya. Begitu saya mengungkpa kenyataan ini sebagai sebuah kenyataan yang bertentangan dengan UUD 45, maka dua minggu kemudian (tahun 1993, red)
saya ditendang dari ICMI oleh pak Harto. Setelah itu nampaknya Freeport sebentar melakukan konsolidasi, tidak begitu mencolok mata, bahkan lantas satu persen dari keuntungannya, katanya diberikan kepada masyarakat sekitar. Tapi yang dikerjakan Freepor makin gila, yaitu ada pelipatan wilayah yang dieksploitasi dengan izin pemerintah. Kemudian juga jumlah biji tambang yang diangkut ke luar lebih banyak lagi. Selama saya jadi Ketua MPR hal ini tidak pernah saya pantau. Saya pernah dibujuk oleh James Moffett pada musim panas tahun 1997 waktu saya ada di Washington. Dia terbang ke New Orleans, dan mengiming-imingi saya.
Kata dia, kalau mau saya akan diantar naik helikopter untuk tour ke daerah pertambangan Freeport, dan saya akan diberi keterangan bahwa Freeport tidak merusak ekologi atau lingkungan kita. Kemudian pada saat bersamaan saya di New York ketemu dengan Henry Kissinger. Ternyata dia salah satu Komisaris, dan dia dengan diplomasinya mengatakan, “Kalau Anda melihat penyelewengan hukum, maka beri tahu saya. Saya akan mengambil langkah koreksi.” Tetapi semua itu tentu saja hanya sandiwara, karena yang terjadi penjarahan Freeport makin gila menjarah kekayaan kita. Karena itu dengan bismillah, nawaitu yang ikhlas, bukan niat oposisi pada pemerintah, mari kita bersama-sama membongkar kejahatan di Freeport ini.

Telah terjadi korupsi yang maha dahsyat di dunia pertambangan?

Korupsi itu diartikan sebagai tindakan yang merugikan negara lewat penyalahgunaan kekuasaan atau wewenang. Jadi korupsi yang dimengerti oleh KPK dan kita semua sudah betul, yaitu penyalahgunaan wewenang untuk kepentingan pribadi dan merugikan negara. Yang terjadi di Freeport itu memenuhi kriteria itu secara sangat telak. Negara dirugikan dalam jumlah ratusan atau saya yakin ribuan triliun sejak akhir tahun 60-an. Anda bayangkan, sebuah gunung lenyap, kemudian sudah dihitung bahwa volume ampas pertambangan, tailing, tanah, batu kerikil yang terbuang itu sama dengan dua kali kerukan terusan Panama, sekitar 6 miliar ton. Ini sebuah penghinaan nasional. Saya yakin sekali, kalau Freeport sebagai perusahaan pertambangan babon bisa kita benahi, maka yang kecil-kecil seperti Newmont Minahasa, Newmont NTB, perusahaan Gas Tangguh, dan lain-lain akan lebih bisa diperbaiki karena si babon itu telah lebih dahulu dibenahi. Kalo yang babon ini tetap dibiarkan mengacak-acak kekayaan alam kita, bahkan melakukan penghinaan nasional, maka saya khawatir orang asing akan mencibir kita bahwa pemerintah kita masih seperti dulu, masih bermental inlander, tidak berani mengangkat kepala terhadap asing. Ini tentu meyedihkan sekali. Jadi korupsi maha dahsyat ini harus kita lawan.

Korupsi dahsyat ini tertutup dengan gencarnya pemerintah mengusut korupsi kelas ecek-ecek?

Jadi ramenya pemerintah memberantas korupsi kecil-kecil, yang ratusan juta, yang puluhan juta, sesungguhnya untuk menyembunyikan yang besar-besar. Jadi rakyat kita ini dibodohi oleh pemerintah kita sendiri. Dan memang rakyat kita sudah terkecoh, seolah-olah pemerintah sudah hebat dalam memberantas korupsi. Setelah 15 bulan berkuasa, menurut Political and Economic Risk Consultancy (PERC) lagi-lagi kita tetap nomor satu dalam korupsi di kawasan Asia ini.
Artinya, korupsi sejati masih tetap berlangsung. Sekarang yang dikejar-kejar hanya korupsi kecil-kecilan, sehingga media massa juga terkecoh, seolah-olah telah terjadi penanganan korupsi secara massif dan sungguh-sungguh. Padahal yang terjadikucing-kucingan.

Anda pernah mengatakan korupsi di Freeport ini G to G (Goverment to Goverment). Bisa dijelaskan?

Memang ada pembiaran dari pemerintah kita terhadap bisnis yang juga melibatkan pemerintah asing, yang jelas-jelas merusak. Seperti diungkapkan oleh The New York Times, kemudian dimuat secara utuh di The International Herald Tribun tanggal 28-29 Desember 2005. Memang yang mengamankan penjarahan kekayaan bangsa itu adalah aparat keamanan dan pertahanan kita. Saya tidak mau menyebut nama, tetapi hitam diatas putih dikatakan ada seorang mayor jenderal yang mendapatkan 150.000 US dollar dan ada seorang perwira tinggi kepolisian dapat sekian ratus ribu dollar. Kemudian ada kolonel, mayor, kapten dan prajurit lain dapat amplop dari Freeport untuk mengamankan supaya orang tidak bisa masuk dan mengetahui hakikat kejahatan Freeport itu. Malah ada bukti otentik, sejak tahun 1996 sampai tahun 2004, Freeport mengeluarkan biaya pengamanan 20 juta US dollar yang dibagi ke lembaga. Ini dibayarkan kepada aparat keamanan kita untuk melindungi Freeport yang zalim itu untuk mengeruk kekayaan kita. Ini yang saya heran kenapa kok dibiarkan.

Pemerintah terkesan tunduk pada kepentingan asing?

Ya, memang ada kepentingan asing yang sangat menghina di Freeport ini. Ada dua jenis negara berkembang dalam menghadapi korporatokrasi yang cenderung maling atau klepto. Saya setuju dengan Jhon Perkins bahwa korporatokrasi itu ada tiga pilar, yaitu: Big coorporation, Goverment dan International Bank. Tiga elemen ini berpacu untuk melakukan pengurasan kekayaan dunia ketiga. Nah, disini ada negeri-negeri yang berani mengangkat kepala dan berani mengatakan No! Terhadap korporatokrasi itu, seperti Thailand, India, RRC, Malaysia. Kita termasuk negeri yang walaupun tidak mengatakan Yes! Tapi tidak pernah mengatakan No! Sehingga begitu enaknya pihak asing menjamah kekayaan negeri kita. Saya pernah ceramah di Melbourne, saya bertanya kepada perusahaan penambangan Australia, apakah salah saya sebagai orang Indonesia itu mematok bahwa dalam kontrak karya itu royalti yang kita terima itu bukan 15 persen, tapi 50 persen. Mereka mengatakan tidak ada yang salah dengan pendapat itu karena semau tergantung dengan perjanjian. Tapi mengapa kita diam saja diberi 15 persen, itupun saya yakin sekali pembukuannya sudah tidak betul, karena kita tidak tahu apa yang terjadi disana.

Apakah SDM kita sudah mampu mengelola pertambangan, jika kita harus lepas dari Freeport?

Ada wartawan yang mengatakan, pak Amien, bukankah kita sudah diuntungkan, karena mereka punya keahlian, mereka bawa mesin, mereka bawa uang, kemudian kekayaan kita dikeruk, kita dapat 15 persen, ini kan sudah lumayan. Saya katakan, kalau begitu apa bedanya dengan zaman penjajahan. Penjajah itu datang bawa mesin, bawa keahlian, bawa modal, kemudian kekayaan kita digotong, yang disisakan hanya untuk pantes-pantesan saja. Sekarang kita sudah 60 tahun merdeka, sehingga Insya Allah sudah punya keahlian. Banyak lulusan dari ITB, UGM dan lain-lain yang mengatakan bahwa Freeport itu adalah pertambangan terbuka, tidak usah menggali perut bumi, tetapi hanya memecah batu-batuan, lantas digerus dijadikan biji tambang, kemudian jadi concentrate, kemudian menjadi batangan emas. Ini sangat mudah. Kata mereka, otak Indonesia itu lebih mampu, mengapa diberikan kepada Freeport.

Pemerintah kita tidak pernah mempersoalkan aspekpelanggaran yang dilakukan oleh Freeport, terutama soal dampak lingkungan?

Saya kembali pada teori hukum yang elementer. Dalam dunia moral dan hukum itu ada dua macam dosa dan kejahatan: Pertama, sin of crime of commission (Melakukan perbuatan dosa atau jahat). Kedua, sin of crime of ommision (Dosa membiarkan kejahatan). Jadi kalau pemerintah kita di depan matanya berlangsung kejahatan yang dilakukan oleh pihak asing, tetapi diam saja, malah memberikan peluang untuk berlangsungnya kejahatan itu, maka pemerintah kita telah melakukan kejahatan atau dosa membiarkan sebuah kejahatan berlangsung terus menerus. Jadi kalau saya melihat seorang perampok melakukan perampokan lalu saya diam saja, maka saya termasuk melakukan kejahatan ommisi, karena nggak berbuat apa-apa. Saya khawatir pemerintah kita dari masa ke masa kalau terus menjadi pemerintah komprador, yang meladeni kepentingan asing yang merugikan bangsa, maka pemerintah itu telah melakukan kejahatan. Disadari atau tidak.

Kalau begitu, membongkar Freeport sama dengan mengembalikan martabat bangsa?

Betul! Ini masalah bangsa Indonesia. Jadi saya menggelindingkan masalah besar ini dalam rangka save the nation, menyelamatkan bangsa dan masa depan bangsa. Saya tidak ada kepikiran isu ini menjadi gerakan politik yang remeh temeh, apalagi ada dagang sapi. Itu selain lucu, terhina.

Ini adalah proyek besar menyelamatkan bangsa.

Seberapa parah imprealisme yang terjadi dalam kasusFreeport dan lainnya saat ini?

Saya kira cukup parah. Karena imprealisme itu berujung pada sebuah bangsa kehilangan kedaulatan dan kebebasannya untuk membangun dirinya sendiri tanpa bantuan asing. Sekarang ini kita mengetahui bahwa kita kehilangan kedaulatan kita. Untuk memecahkan masalah ekonomi nasional, kita pernah mendatangkan ‘dukun’ IMF. Sekarangpun utang kita sudah menjerat kita. Sekarang pun di kabinet itu sesungguhnya kembali di zaman IMF. Karena menteri keuangannya, menteri perdagangan dan Meno Ekuinnya itu orang-orang yang berorientasi pada IMF. Kemudian juga lihatlah, kita ini tidak berani mengangkat kepala menuruti kemauan WTO (World Trade Organization, red). Orang Jepang, orang Perancis, Kanada, Amerika, itu petaninya dilindungi. Tapi disini petani kita begitu tengkurap menghadapi WTO, sehingga apapun kata WTO kita kerjakan. Kita ini jadi bangsa terjajah. Gula kita impor, disuruh impor paha ayam kita lakukan, impor beras, naikan BBM dan lain-lain. Jadi sudah tidak ada kedaulatan lagi. Sehingga kalau dibandingkan dengan pimpinan negara lain seperti Ahmadinejad yang melawan Barat, Mahathir yang berani menegakan kepala terhadap Barat, atau pemerintah Korea Utara yang juga demikian, India, Cina, atau negara-negara Amerika Latinnya. Saat ini dibandingkan negara-negara tersebut, Indonesia menjadi tontonan yang tidak lucu. Negara yang sudah merdeka 60 tahun, tapi mentalitasnya masih seperti inlander. Jadi mari kita kembali menjadi bangsa yang berdaulat, tanpa tekanan pihak manapun.

Apakah ada kepentingan politik pribadi dibalik isu ini, misalnya modal Anda di 2009 nanti?

Pertanyaan Anda sudah banyak ditanyakan. Bahkan ada yang menyatakan, “Pak Amien, Anda membedah soal Freeport ini secara sungguh-sungguh ini, hanya karena menginginkan dana kampanye pilpres 2009 dari pak Ginandjar Kartasasmita?” Saya gembira dengan komentar yang aneh-aneh ini. Tetapi kita diajarkan oleh al-Qur’an, Faidza ‘azamta fatawakkal ‘alallah, kalau sudah bertekad tinggal bertawakkal pada Allah. Kalau diperjalan ada pro-kontra, ada fitnah, itu sesuatu yang sangat biasa sekali. Nabi yang sempurna saja itu dikatakan majnun, apalagi orang seperti Amien Rais. Al-Qur’an juga menyuruh kita untuk terus melakukan nahyi munkar. Kalau kita dikritik lantas surut, maka yang keenakan ya yang korupsi itu. Menurut saya, era Amien Rais itu sudah berlalu. Belakangan saya banyak mengambil i’tibar (pelajaran, red) bahwa pemimpin itu harus istiqamah, jangan sampai terjangkit penyakit nifaq (munafik, red).

Pic0187 102002fataltembagapura1 images

source

Kisah turun di jalan tol

Jadi ceritanya gue lagi keingetan sama kisah konyol gue dan sela, temen jurusan yang satu kkn sama gue..

Hari Rabu, tanggal 18 Januari 2012 gue sama sela ijin balik ke bandung karena urusan yang mendadak. Gue mesti berobat karena udah skip berobat rutin selama 3 minggu, dan sela tadinya mau ikut daftar beasiswa (yang ternyata ga jadi ikutan). Setelah sekitar pukul 11.00 WIB acara DPL selesai, (tentang pengenalan tanda bahaya bagi ibu hamil), kita kembali ke rumah pondokan. Disitu kita galau. Galau karena surat ijin pulang belum selesai dibikin. Di tengah-tengah kegalauan itu, kita pun pada akhirnya tertidur.

Tiba-tiba kita terbangun, sekitar jam 1 siang. Pulang! Pokoknya enak gak enak badan, jadi gak jadi surat, kita harus pulang. Pulang is a must. Yak, finally kita pulang.

Di rumah, seperti biasalah, kangen-kangenan sama keluarga, dan langsung cus berobat malemnya. Selama di rumah, gue kepikiran sama temen-temen kkn. Kepikirannya tuh, “duh, gimana ya? Nanti mereka pada mikirnya aku keenakan kelamaan pulang lagi. Gak enak nih, mana jadwal piket euy. LPPM juga belom dateng, hmm ya udah pulang aja deh kamis siang”. Sepakatlah gue dan sela balik lagi ke purwakarta hari kamis.

Sebelumnya, kita ngebet pengen nyobain KFC. Sudah terlalu lama rasanya gak jadi AGJ alias Anak Gaul Jatos. He…. Jam 2 janjianlah kita di KFC. Setelah memesan 1 bento, 1 mocca float, dan 1 chicken fillet, kita berfikir lagi. “Gak enak kalo gak bawa apa-apa pas pulang nih, kayaknya mesti bawa sesuatu, tapi apa ya??

Finally, ke super indo aja, cari kue bolu gitu.. Aaah tapi gue terngiang anak-anak sempet nyeletuk pengen donat, yaudaaah akhirnya beli donat 1 lusin ke ringo. Wow, sampe mesti patungan 27ribu seorang. Hmm…. orang kaya banget ya gue kayanya.

Cusssss kita ke depan cileunyi. Nyari bis yang sama pas kita balik ke bandung, Tasik-Bekasi. Bodohnyaa, kita ga sempet tanya temen-temen dulu kita mesti pulang naik apa. Dengan gaya sok backpacker-an, kita nyerocos aja milih-milih bis, sampe ada seorang kondektur yang nyamperin, sebut saja namanya mas Peang.

Mas Peang : Lebak-Bulus neeeng..

Kita : Nggak Pak..

Mas Peang : Bade kamana neng?

Kita : Nggak Pak, kita mah mau ke Purwakarta. (taulah yaa kondektur pasti berusaha banget cari penumpang, apapun caranya).

Mas Peang : Oooh, tiasa atuh neng naik Garut-Lebak Bulus oge.. Lewat kok..

Kita : Masa Pak? Kita nyarinya yang ke arah Bekasi.

Mas Peang : Neng mau kemananya?

Kita : Ke…. kemana ya? Oh Ciganea Pak.

Mas Peang : Ciganea?

Kita : Iya, hmm,, Pasar Rebo Pak. Tapi bukan Pasar Rebo Jakarta. Pasar Rebo Purwakarta..

Mas Peang : Oh bisa kok neng, bisa. Nanti turun di cimarancang, terus tinggal naik angkot 03 warna merah.

Kita : Beneran lewat nih Pak?

Mas Peang : Iya neng, naik aja… naik aja..

(dengan sedikit pemaksaan, akhirnya kita naik)

Pas banget kita duduk tenang di bis, penumpang sebelah kiri kita nanya. Sebut saja Bapak Tanya.

Bapak Tanya : Mau kemana neng?

Kita : Ke purwakarta pak, ciganea. (gue cuma inget ciganea, tempat transit2nya primjas…)

Bapak Tanya : ciganea?

Kita : Iya pak, pas banget waktu keluar tol jatiluhur itu ciganea. (sok tau tea)

Bapak Tanya : Wah, bis ini mah gak keluar tol neng. Palingan juga diturunin di jalan, tapi masih jauuh cari angkot lagi.

Kita : Oh iya pak? (Kita berpandangan… Hmm,, something’s weird)

Yaudah,dalam hati kita berdoa masing-masing. Pasti nyampe kok, cuma ajaaa nyampenya itu pasti lama dan sulit (pikir kita).

Akhirnya gue sms temen kkn gue yang lain yang pernah balik ke bandung dan udah balik lagi ke tempat kknnya di purwakarta, Fe.

Gue : Fe, waktu balik dari nangor ke pwkrta naik bis apa?

lama… lama…

Fe : naik bis primjas garut-bekasi atau tasik-bekasi. Kalau mau turun di ramayana purwakarta atau gak di ciganea nduce. (panggilan khas -_-)

Gue : Kita keburu naik harut-lebak bulus nih, gpp gtu yaa…?

Fe : ga bisaaa

Gue : Kok gak bisa? Kata kondekturnya bisaa…? Trs nasib kita gimana??

Fe : Bisa, tapi mungkin ga ke kotanya. Dia tuh gak keluar tol jatiluhur nduce. Ntar kalian disuruh turun di tol jangan-jangan, ntar naik ke atas di tengah tol gitu jangan-jangan. Aduh gimana atuh…

Gue : iyaa, kata org2 di bis juga gituu. Tapi kalo kita nyebrang tol ga ada masalah lagi kan>

Fe : Tah eta nduce. fe kagak tau jg. Tanyain lagi aja nduce. Temen2 fe disini gak ada yang tau juga lagi -_- gimana atuh.

Gue : Hmm yaudah deh doakan saja semoga selamat. Kalo kita hilang, ini sms terakhir dari kita.. Hiks..

Fe : Aaaa cunduus hati2, ntar kabar2in…

Begitulah, dramatis. Keadaan nampak kalut. Rasa-rasanya wajah Mas Peang pengen gue remes-remes… :(

Kita akhirnya terus2an berharap dan berdoa… Dan tiba2 Mas Peang manggil kita ke depan. Tandanya kita mau turun. And know what?

Kita turun bener2 disamping jalan tikus. God. TEGA.

Ini kali pertama kita turun di tengah jalan tol yang sepi, hanya ada 2 orang lelaki seperti petani atau pengebun. Gak lupa, ini wajib didokumentasikan.

Day 19 KKN

Rasanya sakit. Entah aku sakit apa. Ga tau mau jawab apa kalo orang nanya aku sebenarnya sakit apa. Yang pasti saat ini setiap tulang rusuk dan tulang dada saya sakit sekali. Juga pahaku, seperti biasa saja…. Paha ini selalu sakit setiap saya capek dan stress.

Allah, Engkau pasti sangat dekat kan? Lebih dekat dari urat nadi ini. Aku yakin itu.

Rasa-rasanya aku hanya punya Engkau sekarang. Apa’ ibuku jauh. Tak bisa minta pertolongan siapapun.  Aku tidak ingin dikasihani sebenarnya. Paling malu buatku mendengar kata “kamu sakit? Istirahat aja biar urusan ini sama saya”. Sangat rentan denger omongan kayak gitu… Dan secara otomatis juga aku jawab “nggak kok, gak sakit yeee.. gapapa biar aku yang kerjain”. Kadang-kadang aku ngomong gitu dalam keadaan menahan sakit tapi yaaaaaa… gatau deh aku pun ga ngerti sama diri sendiri -_-

Apa’, ibu aku kangen. Kayaknya cuma apa’ sama ibu yang ngerti aku dalam keadaan gini. Aku pengen pulaaaaaaaang….. Gak pengen lama-lama disini. Semua orang berjalan seakan saaaangat lambaaaat…. 1 hari terasa sangat lamaaaaaaaa… Apalagi ini masih 13 hari lagi.

HUAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA…!!!!

Stress sendiri…

Sometimes..

Aku suka berfikir, kenapa aku yang dapet sakit kaya gini. Iya aku tau kita sebagai manusia harus selalu bersyukur atas apapun yang Allah Kasih. Tapi aku cuman pengen tau aja, why did this disease choose me??? Apa emang karena aku sanggup menanggungnya? Atau…. apakah?

Akhir-akhir ini jadi sering berfikir tentang kapan aku akan meninggal. Atau, berapa lama lagi waktu hidupku? Aku pengennya meninggal dalam keadaan khusnul khatimah. Ga pengen meninggal dalam keadaan ngegosip, foya-foya, atau melakukan hal yang ga penting.

Kemarin-kemarin, lagi nonton film 1 litre of tears…. Nangis nontonnya, karena inget sama diri aku sendiri. Pertanyaan yang sama bagi seseorang yang menderita penyakit sejak lahir… Kenapa harus aku? Kenapa aku sakit sedangkan saudara-saudara yang lain nggak? Bukan berharap mereka sakit juga,,,, tapi kenapa harus aku…??

Sampai sekarang,, 19 tahun sejak aku dilahirkan, aku masih harus terus menahan rasa sakit yang sama. Menanggung penyakit-penyakit tambahan dari sakit ini…

Dalam shalatku, selalu aku berdoa untuk masa depanku, masa akhirku, keselamatan akhirta keluargaku, juga kesehatanku.. Aku selalu minta agar Allah Mengirim sedikit saja kekuatan hati agar aku bisa ikhlas menerima sakit ini. Kadang, aku ikhlas, tapi kadang juga, ketika sakit ini luar biasa hebat kambuhnya, aku tidak bisa ikhlas lagi… Berarti aku belum ikhlas kah?

Can someone explain it to me??? What is ikhlas should be mean??

Welcome KKN Days

Ini tanggal 2 Januari 2012.

Besok tanggal 3 Januari 2012, artinya besok gue berangkat KKN….

Yeeeeeee antara seneng dan gak seneng. Seneng, karena KKN itu adalah suatu momen yang gue nanti-nantiin, karena gue pikir, ini pengalaman baru, hidup dengan kawan-kawan baru dan lingkungan baru selama 1 bulan. Anggap aja latihan hidup di negeri orang nanti, hehe. Gak senengnya, karena bawaannya ribet, dan banyak, dan gue mesti ninggalin rumah dan orang-orangnya selama 1 bulan. Artinya gue gak bisa main bareng adik-adik lagi, dan suplai makanan dan minuman yang biasa tersedia sendirinya akan sulit gue temukan. Disana pasti gue mesti nyuci sendiri, dan cari makan sendiri. Kan gue belum pernah ngekost, makanya gue was-was gue ga bisa adaptasi.

Ditambah, gue bakal skip berobat jalan sebulan ini. Huft, sabar ya kaki… :’(

Tapi, gue berencana akan menceritakan seluruh perjalanan gue KKN nanti di Desa Sawah Kulon, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Purwakarta! Semoga menyenangkaaan… :) :) H2C niih.. Mana tema KKN desa gue adalah tentang ibu hamil, kan gue kaga ngarti apa-apaa T__T

Oh ya, btw, spanduk KKN kelompok, gue yang buat looh, tapi kayaknya gak terlalu bagus, soalnya gue kan emang gak expert dalam hal ini.. Gue cuma seorang yang suka sama corel edit2 doang, gak kreatiff, heu makanya designnya ini gue cari di inet.. he..

Finally, welcome KKN daysssssssssss :)

The Sky on This New Year

Selamat tanggal 2 Januari 2012.

Mungkin ini post yang telat mengenai tahun baru, tapi biarlah tidak usah diucapkan selamat, langsung saja kita buat harapan-harapan kita di tahun yang baru ini.

Tapi kemarin malam daerah gue lumayan ramai. Walau saya gak niat ngerayain, tapi tetep aja ramai. Kebetulan banget kamar gue itu berada di belakang rumah (bukan kamar babu atau gudang ya!). Dan view bandungnya lumayaaan. Berhubungan rumah gue itu ada di sekitaran kaki gunung, dan itu indah banget!

Indah karena memang saat itu malam tahun baru dan orang-orang menyalakan bermacam-macam warna kembang api. Tepat saat itu pukul 23.55 WIB gue sedang asyik nonton drama korea berjudul 49days, gue melihat dinding kamar gue aneh, ada semacam warna-warna yang ga jelas, setelah gue berbalik ke belakang dan melihat jendela, woooowww,, inikah tahun baru? Perasaan gue ada 1 pulau di Selandia Baru yang keukeuh pengen nyeleneh ngadain taun baru kemarin, hihi.. aneh dunia ini, kita bisa aja loh sembarangan ngadain taun baruan :P

Saking indahnya, karena gue jarang liat kembang api, jadinya gue skip nontonnya dan mulai mencari gambar yang bagus dengan handphone Nokia X3 gue..

Dan inilah hasilnya : (maaf kalo jelas, because I don’t have SLR hehe)

Sementara pagi harinya, itu pagi hari yang saaaaaaangat cerah. Gue sampe update di fb dan twitter bersamaan ngasi tau kalo langit saat itu bener-beneeeeer cerah, seriusan deeh, :)

This photo was taken at my mom’s room.. hoho, suasananya dapeeet banget, dan mataharinya nyebrot mangstab pisan. Asli cerah bangeeet gatau harus dideskripsikan segimana rupa lagi,, semoga di tempat KKN nanti nemu deng suasana macam gini, hehe.

Di tahun ini, gue berharap yang gak muluk-muluk. Gue pengen kaki ini selalu sehat, biar bisa travel jauh, karena itu yang gue pengen dari dulu :( Gue pengeen keluarga gue sehat-sehat dan tentunya bisa membangun keluarga yang indah di syurga ini,, daaaan *some text missing* <– temukan jawabannya di hatikuuu :P

TRIPUTRA SCHOLARSHIP GATHERING #DAY2

tau ga sih? actually I wrote this post about three days ago. tapi karena modem ga jelas yang memilih untuk mati selama 3 hari, jadinya gue baru bisa post it today.. sorry.. heuww.. nuansanya udah bedaaaa T__T

This was my second day on Gathering Triputra Scholars Event. Excited rasanya. Kemarin, Ms.Livia udah gembar gembor, jam 7 teng mesti langsung naik ke bis, biar gak telat kesananya. Kesana kemana?? Kemanaaaa kemanaa kemaaanaaa… hehehe ke Kawasan Industri di Karawang, di salah satu pabrik pembuatan velg terbesar di Indonesia, Pako Group.Tau kan velg? Itu loh yang ada di ban mobil, yang sebelum dilapisi karet ban, kan ada sejenis kerangka yang terbuat dari steel, itulahvelg. Dan velg yang diproduksi oleh salah satu anak kesayangan triputra group ini hanyalah diperuntukkan untuk kendaraan roda 4 dan hanya terbuat dari steel terbaik.

Jam 5 gue bangun. Onel minta dibangunin tadi malemnya, karena katanya dia gak begitu peka alarm. Padahal gue juga gak peka loh, tapi entah mengapa kemaren malem tuuh sebelum alarm hape kita bunyi, gue udah kebangun. Mungkin karena ACnya yang terlalu dingin kali yaah. Tapi itu ajaib banget lah gue bisa bangun sedini itu tanpa ada seorang pun yang masang granat di samping telinga gue hohoho…

Yap, gue mandi duluan (ini juga aneh! bukan gue yang biasanya hahaha). Bcoz this was my first time staying at hotel, jadinya gue cupu dulu muter2in keran shower supaya nemu air anget. Ada kali 10 menit gue utak atik dulu tuh shower sampe nemu suhu air yang pas. Hahahahahaahahaha…. gapapaaaaa experienceeee :P

Abis itu, gue keluar dari kamar mandi, onel masih tergeletak lemah di atas kasur, masih ngantuk kayanya. Abisan, kita jalan-jalan malem dulu sih hunting bubur. Jadinya kaaan…. Yaudah, onel mandi, jam 6 lebih 15 kita selesai. Langsung turun ke lantai dasar buat breakfast. Kita ada di lantai 4 looh makanya mesti pake lift hehehe.. Tenaaaang lift bukan yang pertama kalinya buat gue kok hoho… kan di Unpad juga ada kalee.

Yap, kita breakfast, gue memilih mengambil roti, kue2 kecil, nasi, mie, dan hot tea. Pengen rasanya ngambil pancake, orange juice, coffee, penganan-penganan kecil lainnya.. huhu,, masih jaim nih gue heu.. Gue semeja sama onel dan anton. Anton ini ceritanya temen baru heu, anak president jurusannya gue lupaaa, heu maaf yaah anton :) . Yaah chit chat begitulaah. Mereka sih yang chit chat, gue memilih untuk khusyuk mengisi perut, hehehe tapi yah sesekali menimpali aja. Sebenernya pengen banyak cerita juga, tapi entah mengapa gue emang selalu terkesan pendiem dan jutek bagi orang yang pertama kali kenal gue.. Maaf, gue jg gatau kenapaaa.. heu –”

Naiklah kita ke bis, sebangku juga sama onel hehehe seakan gue ada temen dan emang iyaaa heu :( Di jalan gue tidur, bangun2 udah nyampe deh pokonya. Tibalah disana, pembukaan seperti biasa, falsafah, mars, indonesia2an, dan sambutan yang panjaang. Ada pengenalan dulu tentang safety first alias utamakan keamanan. Yaah panjang dan sebenernya ngantuk bangeeet! Tapi langsung melek pas udah tiba saatnya untuk PLAN TOUR yang sebenarnyaaaaa… hiyaaaaaattt!!! xp

Sebelumnya, kita dibekali dulu topi Pako Group, sarung tangan, dan masker hidung, hehe.. Karena gue berjilbab, jadinya gue mesti dibantuin buat make masker hidungnya. Why? Karena masker hidungnya itu, talinya adalah jenis tali yang dikaitkan ke telinga. Jelas laaah telinga gue lagi bersembunyi di balik jilbab. Thanks buat Onel dan Victor yang telah membantu mengaitkan masker itu di topi Pako nya. Hayoo looh gimana caranyaa?? Guess how?! ;)

Lamaaa banget tournya. Dipikir, ini fix loh tentang teknik industri, dimanakah letak kegeofisikaan yang udah gue minati?? dimaanaaa dimana dimaaaanaaaa… –” Seruu sih, semuanya jelas, tentang pembuatan velg dari steelnya. Ga ada satupun barang cacat yang sisa. Karena setiap produk yang cacat, akan dihancurkan lagi, dan diolah lagi biar gak ada cacat sama sekali. Velg buatan Pako Group ini udah sering dipesen ke beberapa negara besar diluar looh, semacam Jepang, Rusia, dan lain lain. Wow… Sedihnya, ketika mereka beli mahal ke kita, mereka meng-complete-kan produknya (mobil) dan menjualnya lagi ke negara kita dengan harga yang jauh lebih melambung tinggi, hmm hmm….. ayoo kita berfikir ada apaa ini???

Disana kita bener-bener melihat proses demi proses pembuatan velg. Tangan manusia bekerja langsung disana. Mesin juga. Kok yang gue liat yah, kebanyakan pekerja kayaknya masih muda, hehe setingkat SMK gitu. Mungkinkah memang benaar? entahlah…. Gue sangat takjub pas liat proses pewarnaan velgnya. Itu di ruang tertutup, dengan suhu 500 derajat celcius! Warnanya kayak silver gitu. Cara pewarnaannya, semacam ditaburi serbuk silver dengan suhu panas, nah kan nanti nempel serbuknya, setelah itu, langsung cepet2 didinginkan di ruangan khusus, nah, alhasil langsung nempel itu warnanya.

tapi sediiih ga boleh foto2,, no camera.. no camera.. padahal dari panitianya aja boleh bawa fotografeer -_-"

Proses yang gak kalah menakjubkan adalah, ternyata tukang tambal ban tuh konsep kerjanya sama loh kayak proses di pabrik ini hehhee.. Untuk mengecek apakah ada bagian yang cacat atau keropos, berlubang, dsb pada velg ini, sebelum diwarnai, velgnya dicelupkan dulu ke suatu wadah berisi full air. Nanti bakal diliat apakah bener ada yang berlubang? Kalo keropos atau nggaknya, itu mah ada alatnya. Eh iya, gue juga nemu satu alat yang namanya sama kayak di lab gue, spektrometer! Tapi anehnya, fungsinya beda. Kalo di lab fisika kan, spektrometer itu untuk mengamati dispersi cahaya yah? Nah kalo di pabrik pembuatan velg ini, spektrometer itu digunakan buat ngecek apakah velgnya keropos atau nggak (kalo gue gak salah tangkep pas bapaknya ngomong). Nah lo nah lo… bingung kan.. yaudin gak usah dipikirin, heu –”

Selesai touring di pabrik, kita lunch di ruangan berAC. Uuuuuhhhh sejuuuukkk… Aslinya di pabrik itu panasnya zupeerrrr dupeeeerrr deh. Gak kuaaat, heu, mana pengap lg kaan secara semua bau mesin, bau steel, bau asep, bau ketekkkk hehehehe.. :P

Finish, kita closing, foto-foto,, dan pulaaang, dadah teman-temaaan, semoga ada gathering session two, kalo bisa tempatnya jauh yah, biar bisa jalan-jalan keluar kota,, jogja kek gitu,, hehehe.. :P

TRIPUTRA SCHOLARSHIP GATHERING #DAY1

I am in sick. It’s so boring day honestly. Cause I just spent today by watching TV, laying on bed, and eating everything. Maybe this sick is because of several days ago, I was too excited doing my tour to Jakarta and Karawang Industri area. Hahaha, so yeah, this is what I’ve got. Fever, but I got soooo valuable experience!

To complete my boring day, I just wanna tell you guys my story on Tuesday and Wednesday, which is causing me in this sick -_-”

Yeaaah, GATHERING SCHOLARS OF TRIPUTRA ! :) Tapi sebelumnya, bolehkah gue cerita dulu tentang alur gue keterima beasiswa ini?

Triputra bisa dibilang sebuah group yang cukup sangat sangat sukses! Terbukti dari anak perusahaannya yang ternyata sudah mulai merambah ke kancah internasional.

Let say that I’m the lucky girl who got this scholarship, just the only one from my college, Universitas Padjadjaran :)

Gue gak mau sombong, tapi cuma ingin bersyukur. The reason is, this is my first scholarship! So, it’s not weird expression right? Just too excited :P Seneng rasanya dapet beasiswa ini, salah satu alasan utamanya adalah karena this is full scholarship sampe gue lulus, dan lumayan boo,, gedee ;)

Awalnya, bulan itu (lupa gue antara juni apa juli apa mei yak?) gue lagi rajin-rajinnya ngumpulin berkas buat ngajuin beasiswa. Beasiswa yang gue pengen ikutan saat itu banyaak! Ada IIELF, KSE, Triputra, dan Djarum. IIELF itu sebenernya udah lamaaa banget ngajuinnya, tapi suatu hari ada sebuah amplop melayang ke rumah gue, yang menyatakan, maaf belum saatnya gue menikmati kucuran dana beasiswa ini :’(

But, just stand up! Hadapi harimu! Gamau berkaca pada ‘kekalahan’ yang sementara, gue mesti coba lagi. Ada kali yaa tiap malem gue search terus info beasiswa. Entah loh gue lagi kerasukan apa, yang pasti gue rajiiin banget cari beasiswa saat itu.

KSE, gue coba, loloslah tahap interview :) KSE ini lumayan banyak lah porsinya untuk kampus gue, dan bener-bener padeeet deh orangnya -__-”

Naah, tiba-tiba gue masuk jurusan nih, ada info beasiswa dari Triputra. Infonya dipajang di papan pengumuman jurusan hanya dengan selembar kertas berisikan beberapa kata saja. Kurang lebih seperti ini :

INFO BEASISWA TRIPUTRA :

DEADLINE (Lupa gue hehehe..) KUMPULKAN BERKAS SEPERTI BIASA RANGKAP 3.

Sekian.

Yaah seperti itulah kurang lebih. Daaan yang mesti lo semua tau, itu deadline-nya bentar lagi loh, ada kali 3 hari lagi apa beberapa hari gitu. Grusak grusuk lah gue bikinnya. Dan beberapa temen yang minat tentunya. Dengan semangat membara karena udah pernah ditolak beasiswa yang lain, gue berusaha doing this with my heart. Jalani semua pake hati. Seriusan deh, rasanya saat itu gue lagi pengen bantu orangtua perihal biaya :D

Ini itu ini itu, dan akhirnya gue dan aser (temen gue) yang mesti ngurusin berkas pengajuan beasiswa triputra ke Unpad DU. Susah loh! Asli! Kita ngurusin berkasnya orang lain, dan mesti ngejar PD 3 dari Unpad Nangor ke Unpad Dago, lalu dikumpul ke Unpad DU. Dan itu pas banget sama datelinenya. Lagian, napa unpad nyebar-nyebar sih, herman gue –”

Fix! Triputra, KSE, bereees :D

Djarum! Djarum ini katanya, sebelum ngajuin beasiswa, mesti ikut seminarnya dulu. Seminar yang ada vincenttrompies nya itu looh wkwkwk :D Gue ngajuin juga ke Djarum, dan fix, 3 beasiswa ini udah gue ajuin! :D

Tapi,, pengumuman Triputra lebih dulu, gue lolos seleksi berkas dan lanjut tes psikotest yang berlokasi di Unpad (thanks to abangku yang nganterin jauh jauuh :*) Yang ngikut tes psikotes itu lumayan banyaak, 30 orang-an dari 2 Uni : Unpad dan Unpar (parahyangan). Saat itu juga diumumkan yang lolos tes psikotest, dari Unpad cuma kurang lebih 5 orang : gue aser prawaci dan beberapa anak matematika. Selesailaaaaah…

Jujur, saat tes itu berlanjut, temen gue sempet nyeletuk : “Ndus, kok kayaknya tegang banget? Santai ajaa gak usah sedingin ini juga kali tanganmu :)

Yap, gue sangat gugup. Sangat berharap. Entah mengapa gue sangat berharap lolos beasiswa ini. Sangaaat dan selalu gue berdoa pada Allah, Rabbku, Sang Pengatur Rezeki :) Nasihat ayah dan ibu selalu terngiang. Berdoa saja diberi yang terbaik.

Naah, ada kali yaa 2 bulan gue menunggu info dari triputra. Sampe-sampe gue sempat menaruh harapan tentang beasiswa ini, yaudahlah gak keterima pun gak apa-apa. Tapi, inget banget gue, saat itu, gue baruu dateng ke jurusan. Pas lagi jalan di depan lobi, gue terima sms. Selamat anda diterima beasiswa, informasi lebih lanjut, hubungi fakultas.

GOD. ALLAHU AKBAR. Rasanya ingin pecaaah badan ini. Padahal udah gue pasrahin semuaaa tapi indahnyaaaaa nikmat ini yaa Allahku. :) :) :)

Senaaang…. sampe sekarang :D

Dan baru beberapa hari yang lalu diadakan first gathering penerima beasiswa triputra. Ternyata, cuma sekitar 46 orang ajaa dari beberapa Univ di Jawa. :D

Naaah, GATHERING TRIPUTRA SCHOLARS #DAY1

Diumumkan melalui email bahwa akan ada gathering seluruh penerima scholarship triputra pada Selasa-Rabu, 29-30 November 2011 bertempat di Menara Kadin JakSel. Artinya, ini pertama kali gue ke Jakartaaaaaaa (untuk suatu event gitu hehe.. cupu? biaaar :p)

Hari pertama, jam 5 subuh gue berangkat, dianter ayah sampe Menara Kadinnya. Mungkin ayah khawatir anaknya diculik kemana gitu hehe. Ayah dan temen Ayah ikut ngopi dulu bentar di kantor Triputranya hoho. Ketemu pertama, udah disajikan aja tuh breakfast yang lumayan, tapi gue gak sempet nyoba, soalnya gue mesti adaptasi dulu sama cuaca di Jaksel yang panas eungap, ditambah lagi ruangan yang full AC. Ahh gue ga demen AC ~_~

Pertama kenal sama Rani, anak Salatiga, apa Solo ya? Lupa.. pokoknya jawa deh.. Trus setelah full team, kita mulai acaranya, masuklah ke suatu ruangan. Disana kita mulai dengan pembacaan Mars Triputra, Falsafah Triputra, dan Lagu Indonesia Tanah Air. Jujur gue gak demen opening beginian, tapi yaah ideologi gak usah ikut campurlah, ambil sisi benernya ajah :P

Mr. Hadi Kasim maju ke depan, ngasih sambutan yang lumayan panjang (it seems better called speech –”)

Yang beliau katakan, intinya, kita harus punya 4 poin penting dalam hidup :

DICIPLINE

FOCUS

PASSIONATE

MAKE YOUR ROAD MAP

Itu intinya, penjabarannya,,,, gue rahasiain aaah :p

Selebihnya, acara dilanjut dengan penjabaran What’s Triputra?, dan apa saja anak perusahaanya? Sampai sekarang Triputra is steel a Private Group. Tapi boooo perusahaan Agribusiness sama Miningnyaaaaa gileee edun, beunghar pissaaaan~_~

Hari pertamaaa yaaa gitu aja, yang kocaknya niih, kita tuh ketawa2nya sampe lemes. Ketawa karena apa coba? Karena secuil makhluk super atraktif yang bernama mas Pram. Entah apa speciesnya, yang pasti, mas Pram ini kocak sumpah, gak ada matinya. Tiap kata demi kata yang terucap dari bibirnya ibarat sebuah mantra lucu yang bikin rahang atas sama rahang bawah gak nyatu nyatu.. akakakkakakakakak parah beud sumpaaaaah –___–”

Nah, finally, berakhir pada pembagian kamar hotel. Gue sekamar sama anak Teknik Industri Trisakti, namanya Cornellia Stefanie. Panggilannya Onel, jadi inget games Onet yah hehehe. Onel ini baik, perhatian juga. Hehe.. Berhubung gue dari Unpad sendirian aja, jadinya gue masih tergolong yang pendiam :( padahal aslinyaaaaaaa…. hehe

Malem2 sekitar jam 10an kita kelaperaaan! Dengan hasrat mencari bubur yang katanya enak, gue, onel, diana, ily, berniat untuk ngajak temen2 yang lainnya nyari bubur yang katanya Abram enak. (ini gue sok kenal bet yah nyebut2 nama mereka hhe maaf yaah). Ditambah personil lain : Elly, Anne, Lita, Victor, Anton, kita pergi laaah makan bubur. Dan sumpah jaaaaauuuuh dari hotel. Lucunya,, kita kompak semua pake sendal hotel wkwkwkwkwk berasa turiis yaaah :P

Dan ternyata eh ternyata menurut gue buburnya biasa aja, enakan di deket rumah gueee daaaan malah mahal banget tauuuu masa 1 porsi 13 ribuuu dan gak kenyaaaaaaaang. Pengen protes sama abangnya, tapi gak apalah. 13 ribu gak akan sebanding sama awal mula pertemanan gue dan Triputra Scholars yang lainnya :) cieeee…

Fix capeee! Kita serbu dulu sebuah toko di pom bensin sebelum pulang. Saking gue ngantuknya, gue udah gak mikir yang macem2. Bawaannya pengen kasurrrrr kasuuuuurrr. Oh kasuuuurrrr gue kangeeeeeeeeen \(~___~)/

And finally, nyampe di hotel daaaaan TIDUR!

Ini ceritaku di hari pertama. Seru kan yaah? :)

RUMAHKU, ISTANAKU deh ;)

Hari ini gatot abiiiiiiiiiisssss.

Sepanjang hari gak sesuai rencanaaa!!

Ini semua karena kondisi badan lagi gak fit banget, ditambah, ini ‘hari pertama’. -_-”

Kuliah geologi fisik pagi tadi ngantuk beraaat. Soalnya semalem tidurnya terlalu larut, ngerjain eksper dulu sih. Abisnya, eksper kan dikumpulin selasa besok, sedangkan, aku masih banyak tugas lain sabtu minggu ini. Senin pun full kuliah, dan kuliahnya berat-berat. Makanya, aku harus selesei laporan dari sekarang. Huhuhu.

Ditambah lagi, si merah datang ketika aku sudah sampai kampus. Bawaannya lemes, bete, gak mood, sensi, dsb dsb. Lemes banget tau badan ini, mana sakit peruuuuuuuut, huhu :’(

Rencananya, habis kuliah geologi fisik itu, mau kerjain surfer dulu bentar, abis itu bantuin dekor acara fotografi Jepret2 bentar, trus ikut pelatihan autocad, baru lanjut dekor lagi. Tapi semuanya gagal! Coba tebak karena apa? Karena aku masuk angin. <–penyakit tua. Emang! Ini gara2 udah 2 harian ini kehujanan terus. Kehujanannya yang emang asli kehujanan bangeeet >.<

Alhasil, aku bantuin dekor bentar, trus cari makan nasi di kantin geologi, pesen teh manis panas, dan kembali ke ruhim untuk dekor2. Nah, dari situlah, kepalaku udah muter2 gak karuan. Rasanya pingin aku jedotin ke paku. Huaaa :( Tapi aku berusaha gak sakit, soalnya ada yang bilang, motivasi dari dalam diri itu sangat besar! Kalo kamu bilang bisa, kamu pasti bisa! Kalo kamu yakin hal itu mungkin, itu bisa jadi sangat mungkin!!!

Tapi ternyata tidak… pusing masih tetap ada. Aku alihkan sakit kepalaku dengan nyanyi2 dari handphone nokia x3 ku. Tetep ga ilang-ilang :’( Akhirnya, dari jam 4 sore, sampai jam 6, aku tertidur di ruhim dengan kondisi setengah bernyawa. Saking ga kuatnya, aku balurin balsem di sekitar leherku. Aku langsung pake jaket, dan mencari kain lain yang bisa menyelamatkan jiwaku. Tanpa pikir panjang, aku ambil sarung punyanya kamufi. Aku ikatkan sarungnya di leherku, untuk menolak angin biar gak masuk kebanyakan. Soalnya aku susah kentuuuuuuuut, artinya anginnya masuk, tapi ga mau keluar.

Tak berselang lama, jam 6 kurang 15 aku bangun. Wow, orang yang ngebantu dekor sudah bertambah. Tapi pusingku masih tetep ada. Kenapa ini ya? Ditambah lagi, mual! Rasanya sangat ingin muntah. Aku pusing, dan gak kuat! Tadi itu sumpahnya gak kuat, aku teriak kesakitan mungkin yang lain anggap aku sedang bercanda, padahal aku serius. Tapi tak apa, toh hanya aku yang merasakan sakit ini.

Aku bangun dari tidurku di karpet ruhim yang tipis itu. Aku duduk, membungkus seluruh badanku dengan kain sarung kamufi. Aku masukkan kepalaku di antara kedua kakiku yang kubentuk sudut sekitar 60 derajat. Aku menangis, gak kuat. Aku menangis, dan tak bersuara, dalam hati aku berteriak, “Allah, cabutlah sakitku, aku mohon… Ibu,, tolong aku”.

Setelah sekian lama aku menjerit dalam hati, aku coba ganti posisi. Siapa tau dengan sedikit bercanda dengan teman2 yang lain, pusingku bisa hilang :) nyatanya nggak. Aku putuskan, aku akan pulang! Adzan Isya aku pulang. Pulang dengan buru-buru, menantikan kasur dan selimut tebal di kamar. Menantikan segelas air jahe, dan pijitan sang bunda. (penyakit udah macam nenek2 aja deh gua ckckck)

Aku langsung cuuuus pulang! Mampir dulu ke pom bensin buat pipis dan isi pertamax full gan!

Di jalan, aku berencana mampir ke alfamart deket rumah untuk beli tolak angin, mie instan kuah, kacang, dan roti. Dan WOW! DOMPET!

Aku baru sadar, tadi Tifa Chan mengambil dompetku, ceritanya, aku bayar duit kaos panitia, tapi tifa yg ngambil duitnya di dompetku. Aku rapatkan motor ke sisi kiri. Grusak grusuk nyari dompet, Ketinggalaaan T__T Sementara duit, SIM, STNK, foto2 cantikku, ada di sono semuaaa…

Tanpa pikir panjang, aku balik lagi ke ruhim, padahal itu udah di cileunyii T__T

Aku kembali ke ruhim. Dompet kutemukan! Sarung kamufi pun terpaksa aku pinjam pulang ke rumah, untuk syalku di jalan. Tak lupa, ke alfamart pun jadi! :D

FINALLY, I’M HOME! Tadaimaaaa :) ) Pulang dari kampus, aku simpan tas, buka kaos kaki, jilbab, aku ambil gelas, jahe instan, nyalain dispenser, seduh! Slrrrrrpppp alhamdulilllaaaaaaaaaah, seketika pusingku hilang loh :) Ya Allah, alhamdulillah, siswanto banget yaah :)

Pusingnya masih ada sedikit sih, tapi gak seBANGET BANGET yang tadi, dan akupun akhirnyaa bisa kentut juga :P

RUMAHKU, ISTANAKU deh ;)

Masa Produktif Itu…

Sampurasuuuuun!

Lama tak jumpa yaaaa fansku, heu -_-”

Malam ini, malam yang panjaaaaaang ternyata. Soalnya aku lagi dilanda kangen berat sama sesuatu. Sesuatu apakah itu? Pokoknya siswanto banget deh (???). Sesuatu yang dulu sangaaaaat aku suka, yaitu : being busy person. Hahahaha loh kok ketawa sih?

Sekarang udah malem, kepala aku lagi pusing, ‘puding’ aku lagi nyud nyudan.. (puding adalah sesuatu yang saya samarkan, dan istilah ini hanya saya dan adik2 kecil saya yang tau hahaha), ditambah lagi sekarang lagi dilema pada sebuah pilihan. Tapi, ga bisa tiduuur, dan akhirnya iseng liat “Photos of You” yang ada di facebook hehehe. Jadi KANGEEEEN.

Kangen sama ini :

1. Ini waktu aku jadi panitia MB. Ceritanya, aku ini anak acara, hehe.. Disini acaranya seru banget! MB itu, MIPA Bersatu. Artinya, ini adalah salah satu kegiatan dari kaderisasi BEM FMIPA hoho. Kebetulan saat itu sedang ada acara Penerimaan Mahasiswa Baru tingkat fakultas. Sekalian aja, aku dan Esti (kawan sebayaku kimia 2010) numpang ngasih informasi tentang tugas-tugas yang mesti disiapkan oleh mahasiswa baru buat acara MIPA Bersatu yang sebenarnya,, hehe :)

Seru tau, waktu itu rencananya sih emang bagi shift. Tapi, karena bentrok dengan jadwal SP (Semester Pendek), jadi terpaksa sebagian besar aku terus yang ngomong. Tapi tapi, aku ikhlas ngejalaninnya, soalnya aku seneng hehehe.. Aku paling seneng kalo diminta ngobrol di depan yang dibawah atau seumuran aku, hehehe.. Seru ajaaa :) :)


2. Nah, kalo yang ini, pas ada kunjungan dari PESAT UTM ke BEM Kema FMIPA Unpad Kabinet RESPECT (wooo masi hafaal :D ). Jadi, ini temen aku, kenalin, hehe namanya Atiqah. Hohoho.. Waktu itu, kebetulan nih Pesat UTM didanai sama dekanatnya sono utk kunjungan ke beberapa Universitas yang ada di Bandung. Selain ke Unpad, kalo ga salah mereka juga ke Unisba yah? Hoho. Seneng loh, seru-seru mereka tuh orangnya.

Pernah ada kejadian lucu. Waktu itu kan kegiatannya safari kampus. Jadi, temen-temen UTM pengen liat-liat masing-masing jurusan itu kayak gimana. Karena personil mereka banyak, mereka dibagi kelompok. Nah, ada 1 orang yang ketinggalan, namanya Izzah. Izzah nih harusnya ada di kelompok gedung statistika. Nah, akulah yang nganterin. Aku ajak jalan dari gedung fisika sampe statistik (soalnya aku PJ gedung fisika. Dan sumpah ya, itu tuh emang ga jauh sih, tapi NANJAK!). Izzah ni ngajak ngobrol, tentang mahasiswanya Unpad yang banyak, dan tinggal dimana. Aku keribetan itu jawabnya, antara ngejelasin pake bahasa Indonesia, Melayu, dan Inggris. Yang parahnya waktu itu, aku gak tau gimana jelasin “kost-an” itu apa, heu. Tapi, aku bisa atasi kok, hoho :) Oya, satu lagi, ternyata mereka sangat suka tahu sumedang, ubi, dan teh botol yang kita sajikan :P Sangat saya sarankan untuk PT SOSRO agar membuka cabang di MALAYSIA. hohohoho :P

Lucunyaaa temen-temen malaysia ini, comel2 semua laa~ bahkan kita masih bertemen fb sampe sekarang loh :D

3. Kalo yang ini, acara commercial, hehe, semacam pelatihan entrepreneurship. Sebenernya gak begitu banyak yg bisa diceritain, kebetulan aku dipercaya jadi humas disini, ngurusin surat dan semacamnya ke fakultas sebelah (faperta) soalnya kita pake aulanya mereka hoho

4. Hehehe, ini proker waktu jaman masih maba. Ceritanya, kita disuruh bikin acara PKM (Pengabdian Kepada Masyarakat). Kita bikinlah PFFC (Pyhsics For Fun and Charity). Acaranya adalah menampilkan berbagai macam aksi-aksi menarik yang berhubungan dengan fisika, di beberapa kota yang tersebar di Jawabarat. Aku kebagian di Garut, hhoo. Ohya, gak lupa kita pun sekalian Charity :) Seruu banget, kebetulan aku dipilih jadi tim kreatif di Garut, yang bagian nampilin aksi-aksinya itu looh, bareng Lina sama Prayogo :D

5. PHOTOSINTESA! Ini sebenernya acaranya BEM, waktu aku masih maba. Tapi, karena doktrin senior yang sangat tinggi, kita bener-bener dipompa supaya mendominasi kepanitiaan ini, hehe.. akhirnya,,, memang hampir semua koor seksie dari fisika 2009 semua :P mian matstatkimbio :P Dan aku kebagian jadi koor humas Photosintesa :)

6. PHYFEEEEEEEEESSSST! Acara besar pertama yang gue adalah PJ nya. heu. Phyfest ini semacam rangkaian lomba LCTF gitu, ditambah ada lomba karya ilmiah remajanya. Seruuu seruu seruuu,, phyfest inilah yang berkesan, soalnya prosesnya memakan waktu setengah tahun lebih :’( tapi maaf nih, cuma pengen ngaplot yg danusnya aja. Soalnya disini yang capeknya heuu T_T

WAAAAAAAAAAAAH
Seru-seru yaa kegiatan aku dulu itu. Sampe temen aku pernah nyeletuk, si sundus rapat mulu deh. Dan sekaraaang aku jadi gak produktif lagi nih, pasif, diem, gak tersalurkan, dan gak mau menyalurkan ke tempat yang salah. Aku tuh gitu sih, kalo hati udah gak sreg, ya udah gak akan dikerjain, hehe. Makanya jadi lebih sering komen ini komen itu. Tapi yakin deeeh, aku pasti all out seluruh tenaga kalo aku ngerjain sesuatu yang aku senengin :)

Huhu, rasanya ingin aktif terus sebelum lulus nanti, biar dapet banyak experience.. :D

Terus semangaaat tetep berjuaaang..

Oh iyaa, alhamdulillah aku dapet beasiswa. Seneeeeng banget rasanya, soalnya jadi sangat meringankan beban orangtua baaangeeet :)

Minggu depan baka; ada Gathering Scholars di Jakarta Selatan. Penerima beasiswanya sekitar 46 orang yang ada di Jabar. Entar aku ceritain deh yaa kalo aku udah dateng ke acaranyaa. Tapi sedih nih dari unpad gak punya temen :’( Pengen nyari temen tapi gimanaaa heu. Aku ga pinter, ga ada yang menarik, he, berdoa saja deh, yakin Allah selalu bersamaku :)

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 180 other followers