Day 24 KKN

Hari ini ada 2 orang temen main ke rumah pondokan. Katanya ini kali pertama mereka keluar menghirup udara segar selain udara rumah. Kita ngobrol berempat cukup lama. Dzuhur sampe Ashar.

Entah ini dibilang gosip, ngomongin orang, atau memberi informasi penting. Tema pembicaraan kita adalah sebuah perselingkuhan.

Yaah, anak muda. Mungkin orang umum nganggep selingkuh selama belum menikah itu biasa, wajar. Tapi, hey, justru ini menggambarkan bagaimana kamu nanti di jenjang yang lebih serius. Let’s explain it… dengan paradigma anak muda sekarang…

Contohnya, kalo kamu kelibat cinlok sama teman satu kkn kamu, padahal kamu udah punya pacar, artinya kamu selingkuh. Ya, kan? Apalagi pacar kamu itu orang baik, yang setia nungguin kamu jauh dari tempat kknmu tanpa kepastian. Atau pacar kamu itu orang pinter yang selalu temenin kamu sekaligus bantuin kerjain tugas, sampe skripsi (maybe?). Dan dengan alasan kebaikan-kebaikan pacar kamu itulah kamu gak tega buat mutusin dia. Wow, amazing…

Bagaimana kalo kasusnya adalah, pasangan yang terlibat cinlok dengan kamu itu juga sama-sama punya pacar yang lagi nungguin dia jauh di rumahnya (-_-”). Simply, kedua pasangan ini sama-sama punya pasangan masing-masing, dan mereka sadar tentang hal itu.

This is worse.

Dunia udah gila.

Kita hindari pembahasan mengenai masing-masing pasangan jauh mereka, karena udah pasti itu menyakitkan buat mereka.

Ini tentang si kamu, yang melakukan perselingkuhan. Apakah kamu gak sadar? Dengan kamu tau bahwa pasangan cinlok kamu itu sudah menyelingkuhi pacarnya, bisa saja terjadi padamu. Bisa aja suatu saat kamu yang jadi selingkuhannya. Gak masalah kalo kamu fine dengan hal itu, tapi berarti kamu hanya barang cadangan. Yang diambil kalo perlu aja, suka aja, dukanya gatau deh…

Sadarlah, kalo kamu belum tahu tentang hal ini.

Karena orang memperlakukanmu seperti kamu memperlakukan orang lain

Amien Rais “Bongkar Kejahatan Freeport”

amienTak ada yang berubah dari sosok Amien Rais. Penampilannya yang sederhana, dan keberaniannya dalam mengeritik penguasa, masih tetap melekat pada tokoh reformasi ini. Urusan mengeritik penguasa, Amien tak main-main. Belakangan, lelaki kelahiran Surakarta, 26 April 1944 ini, kembali melakukan gebrakan. Isu lawas soal korupsi, perusakan lingkungan dan penjarahan besar-besaran yang dilakukan PT Freeport, sebuah perusahaan pertambangan asing, kembali ia gulirkan.
Dulu pada tahun 90-an, kritiknya soal Freeport menyebabkan ia ‘ditendang’ dari Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) oleh Suharto. Mengangkat isu ini menurut Amien, ibarat membentur tembok tebal. Banyak pihak yang terlibat, terutama para pejabat bangsa ini dan kepentingan asing. Kepada wartawan SABILI Artawijaya dan Rivai Hutapea, mantan Ketua MPR-RI ini bicara blak-blakan soal Freeport. Berikut wawancara lengkapnya yang berlangsung di pendopo dekat
rumahnya di Condong Catur, Yogyakarta, pada Selasa (31/01).

Apa yang melatarbelakangi Anda kembali berteriak lantang soal Freeport?
Jadi pada awal reformasi saya betul-betul tidak bisa menerima sebagai anak bangsa, sebagai umat, melihat kelakuan investor asing yang mengeksploitasi kekayaan alam kita lewat industri pertambangan secara sangat ugal-ugalan, sangat tidak masuk akal. Malah waktu itu saya berhasil menguak pertambangan Busang, yang mestinya akan dibuka di Kalimantan, kemudian andaikata penipuan Busang itu menjadi kenyataan, maka mereka bisa menjual saham di New York dengan harga yang aduhai. Sementara sesungguhnya Busang itu pepesan kosong belaka. Kemudian setelah saya dengan izin Allah, berhasil membongkar kebohongan Busang itu, saya mengarahkan bidikan saya ke kejahatan yang dilakukan oleh PT Freeport McMoran disekitar Timika. Saya mendasarkan kritik saya bukan hanya kata si Fulan dan si Fulanah, atau berdasarkan qaala wa qiila, tetapi saya memang datang sendiri ke pertambangan Freeport itu. Bahkan saya sempat menginap disana dan saya relatif sudah menjelajahi selama setengah hari keadaan pertambangan itu. Sebagai seorang anak bangsa saya betul-betul tidak bisa menerima bahwa ada wilayah kita yang diacak-acak oleh perusahaan Amerika secara sangat menghina, karena sebuah gunung sudah lenyap menjadi danau yang sangat jelek. Kemudian entah berapa luasnya tanah sekitar pertambangan sudah rusak total. Saya juga melihat dengan mata kepala ada pipa besar yang dipasang dari pusat pertambangan di Grasberg disekitar Tembaga Pura itu turun kebawah sepanjang seratus kilometer sampai ke tepi laut Arafura. Kemudian ternyata pipa itu untuk menggotong concentrate atau biji tambang emas, perak dan tembaga yang kita tidak pernah tahu volume atau jumlahnya. Apalagi saya diberi tahu bahwa jelas kali Freeport itu menggelapkan pembayaran pajaknya. Begitu saya mengungkpa kenyataan ini sebagai sebuah kenyataan yang bertentangan dengan UUD 45, maka dua minggu kemudian (tahun 1993, red)
saya ditendang dari ICMI oleh pak Harto. Setelah itu nampaknya Freeport sebentar melakukan konsolidasi, tidak begitu mencolok mata, bahkan lantas satu persen dari keuntungannya, katanya diberikan kepada masyarakat sekitar. Tapi yang dikerjakan Freepor makin gila, yaitu ada pelipatan wilayah yang dieksploitasi dengan izin pemerintah. Kemudian juga jumlah biji tambang yang diangkut ke luar lebih banyak lagi. Selama saya jadi Ketua MPR hal ini tidak pernah saya pantau. Saya pernah dibujuk oleh James Moffett pada musim panas tahun 1997 waktu saya ada di Washington. Dia terbang ke New Orleans, dan mengiming-imingi saya.
Kata dia, kalau mau saya akan diantar naik helikopter untuk tour ke daerah pertambangan Freeport, dan saya akan diberi keterangan bahwa Freeport tidak merusak ekologi atau lingkungan kita. Kemudian pada saat bersamaan saya di New York ketemu dengan Henry Kissinger. Ternyata dia salah satu Komisaris, dan dia dengan diplomasinya mengatakan, “Kalau Anda melihat penyelewengan hukum, maka beri tahu saya. Saya akan mengambil langkah koreksi.” Tetapi semua itu tentu saja hanya sandiwara, karena yang terjadi penjarahan Freeport makin gila menjarah kekayaan kita. Karena itu dengan bismillah, nawaitu yang ikhlas, bukan niat oposisi pada pemerintah, mari kita bersama-sama membongkar kejahatan di Freeport ini.

Telah terjadi korupsi yang maha dahsyat di dunia pertambangan?

Korupsi itu diartikan sebagai tindakan yang merugikan negara lewat penyalahgunaan kekuasaan atau wewenang. Jadi korupsi yang dimengerti oleh KPK dan kita semua sudah betul, yaitu penyalahgunaan wewenang untuk kepentingan pribadi dan merugikan negara. Yang terjadi di Freeport itu memenuhi kriteria itu secara sangat telak. Negara dirugikan dalam jumlah ratusan atau saya yakin ribuan triliun sejak akhir tahun 60-an. Anda bayangkan, sebuah gunung lenyap, kemudian sudah dihitung bahwa volume ampas pertambangan, tailing, tanah, batu kerikil yang terbuang itu sama dengan dua kali kerukan terusan Panama, sekitar 6 miliar ton. Ini sebuah penghinaan nasional. Saya yakin sekali, kalau Freeport sebagai perusahaan pertambangan babon bisa kita benahi, maka yang kecil-kecil seperti Newmont Minahasa, Newmont NTB, perusahaan Gas Tangguh, dan lain-lain akan lebih bisa diperbaiki karena si babon itu telah lebih dahulu dibenahi. Kalo yang babon ini tetap dibiarkan mengacak-acak kekayaan alam kita, bahkan melakukan penghinaan nasional, maka saya khawatir orang asing akan mencibir kita bahwa pemerintah kita masih seperti dulu, masih bermental inlander, tidak berani mengangkat kepala terhadap asing. Ini tentu meyedihkan sekali. Jadi korupsi maha dahsyat ini harus kita lawan.

Korupsi dahsyat ini tertutup dengan gencarnya pemerintah mengusut korupsi kelas ecek-ecek?

Jadi ramenya pemerintah memberantas korupsi kecil-kecil, yang ratusan juta, yang puluhan juta, sesungguhnya untuk menyembunyikan yang besar-besar. Jadi rakyat kita ini dibodohi oleh pemerintah kita sendiri. Dan memang rakyat kita sudah terkecoh, seolah-olah pemerintah sudah hebat dalam memberantas korupsi. Setelah 15 bulan berkuasa, menurut Political and Economic Risk Consultancy (PERC) lagi-lagi kita tetap nomor satu dalam korupsi di kawasan Asia ini.
Artinya, korupsi sejati masih tetap berlangsung. Sekarang yang dikejar-kejar hanya korupsi kecil-kecilan, sehingga media massa juga terkecoh, seolah-olah telah terjadi penanganan korupsi secara massif dan sungguh-sungguh. Padahal yang terjadikucing-kucingan.

Anda pernah mengatakan korupsi di Freeport ini G to G (Goverment to Goverment). Bisa dijelaskan?

Memang ada pembiaran dari pemerintah kita terhadap bisnis yang juga melibatkan pemerintah asing, yang jelas-jelas merusak. Seperti diungkapkan oleh The New York Times, kemudian dimuat secara utuh di The International Herald Tribun tanggal 28-29 Desember 2005. Memang yang mengamankan penjarahan kekayaan bangsa itu adalah aparat keamanan dan pertahanan kita. Saya tidak mau menyebut nama, tetapi hitam diatas putih dikatakan ada seorang mayor jenderal yang mendapatkan 150.000 US dollar dan ada seorang perwira tinggi kepolisian dapat sekian ratus ribu dollar. Kemudian ada kolonel, mayor, kapten dan prajurit lain dapat amplop dari Freeport untuk mengamankan supaya orang tidak bisa masuk dan mengetahui hakikat kejahatan Freeport itu. Malah ada bukti otentik, sejak tahun 1996 sampai tahun 2004, Freeport mengeluarkan biaya pengamanan 20 juta US dollar yang dibagi ke lembaga. Ini dibayarkan kepada aparat keamanan kita untuk melindungi Freeport yang zalim itu untuk mengeruk kekayaan kita. Ini yang saya heran kenapa kok dibiarkan.

Pemerintah terkesan tunduk pada kepentingan asing?

Ya, memang ada kepentingan asing yang sangat menghina di Freeport ini. Ada dua jenis negara berkembang dalam menghadapi korporatokrasi yang cenderung maling atau klepto. Saya setuju dengan Jhon Perkins bahwa korporatokrasi itu ada tiga pilar, yaitu: Big coorporation, Goverment dan International Bank. Tiga elemen ini berpacu untuk melakukan pengurasan kekayaan dunia ketiga. Nah, disini ada negeri-negeri yang berani mengangkat kepala dan berani mengatakan No! Terhadap korporatokrasi itu, seperti Thailand, India, RRC, Malaysia. Kita termasuk negeri yang walaupun tidak mengatakan Yes! Tapi tidak pernah mengatakan No! Sehingga begitu enaknya pihak asing menjamah kekayaan negeri kita. Saya pernah ceramah di Melbourne, saya bertanya kepada perusahaan penambangan Australia, apakah salah saya sebagai orang Indonesia itu mematok bahwa dalam kontrak karya itu royalti yang kita terima itu bukan 15 persen, tapi 50 persen. Mereka mengatakan tidak ada yang salah dengan pendapat itu karena semau tergantung dengan perjanjian. Tapi mengapa kita diam saja diberi 15 persen, itupun saya yakin sekali pembukuannya sudah tidak betul, karena kita tidak tahu apa yang terjadi disana.

Apakah SDM kita sudah mampu mengelola pertambangan, jika kita harus lepas dari Freeport?

Ada wartawan yang mengatakan, pak Amien, bukankah kita sudah diuntungkan, karena mereka punya keahlian, mereka bawa mesin, mereka bawa uang, kemudian kekayaan kita dikeruk, kita dapat 15 persen, ini kan sudah lumayan. Saya katakan, kalau begitu apa bedanya dengan zaman penjajahan. Penjajah itu datang bawa mesin, bawa keahlian, bawa modal, kemudian kekayaan kita digotong, yang disisakan hanya untuk pantes-pantesan saja. Sekarang kita sudah 60 tahun merdeka, sehingga Insya Allah sudah punya keahlian. Banyak lulusan dari ITB, UGM dan lain-lain yang mengatakan bahwa Freeport itu adalah pertambangan terbuka, tidak usah menggali perut bumi, tetapi hanya memecah batu-batuan, lantas digerus dijadikan biji tambang, kemudian jadi concentrate, kemudian menjadi batangan emas. Ini sangat mudah. Kata mereka, otak Indonesia itu lebih mampu, mengapa diberikan kepada Freeport.

Pemerintah kita tidak pernah mempersoalkan aspekpelanggaran yang dilakukan oleh Freeport, terutama soal dampak lingkungan?

Saya kembali pada teori hukum yang elementer. Dalam dunia moral dan hukum itu ada dua macam dosa dan kejahatan: Pertama, sin of crime of commission (Melakukan perbuatan dosa atau jahat). Kedua, sin of crime of ommision (Dosa membiarkan kejahatan). Jadi kalau pemerintah kita di depan matanya berlangsung kejahatan yang dilakukan oleh pihak asing, tetapi diam saja, malah memberikan peluang untuk berlangsungnya kejahatan itu, maka pemerintah kita telah melakukan kejahatan atau dosa membiarkan sebuah kejahatan berlangsung terus menerus. Jadi kalau saya melihat seorang perampok melakukan perampokan lalu saya diam saja, maka saya termasuk melakukan kejahatan ommisi, karena nggak berbuat apa-apa. Saya khawatir pemerintah kita dari masa ke masa kalau terus menjadi pemerintah komprador, yang meladeni kepentingan asing yang merugikan bangsa, maka pemerintah itu telah melakukan kejahatan. Disadari atau tidak.

Kalau begitu, membongkar Freeport sama dengan mengembalikan martabat bangsa?

Betul! Ini masalah bangsa Indonesia. Jadi saya menggelindingkan masalah besar ini dalam rangka save the nation, menyelamatkan bangsa dan masa depan bangsa. Saya tidak ada kepikiran isu ini menjadi gerakan politik yang remeh temeh, apalagi ada dagang sapi. Itu selain lucu, terhina.

Ini adalah proyek besar menyelamatkan bangsa.

Seberapa parah imprealisme yang terjadi dalam kasusFreeport dan lainnya saat ini?

Saya kira cukup parah. Karena imprealisme itu berujung pada sebuah bangsa kehilangan kedaulatan dan kebebasannya untuk membangun dirinya sendiri tanpa bantuan asing. Sekarang ini kita mengetahui bahwa kita kehilangan kedaulatan kita. Untuk memecahkan masalah ekonomi nasional, kita pernah mendatangkan ‘dukun’ IMF. Sekarangpun utang kita sudah menjerat kita. Sekarang pun di kabinet itu sesungguhnya kembali di zaman IMF. Karena menteri keuangannya, menteri perdagangan dan Meno Ekuinnya itu orang-orang yang berorientasi pada IMF. Kemudian juga lihatlah, kita ini tidak berani mengangkat kepala menuruti kemauan WTO (World Trade Organization, red). Orang Jepang, orang Perancis, Kanada, Amerika, itu petaninya dilindungi. Tapi disini petani kita begitu tengkurap menghadapi WTO, sehingga apapun kata WTO kita kerjakan. Kita ini jadi bangsa terjajah. Gula kita impor, disuruh impor paha ayam kita lakukan, impor beras, naikan BBM dan lain-lain. Jadi sudah tidak ada kedaulatan lagi. Sehingga kalau dibandingkan dengan pimpinan negara lain seperti Ahmadinejad yang melawan Barat, Mahathir yang berani menegakan kepala terhadap Barat, atau pemerintah Korea Utara yang juga demikian, India, Cina, atau negara-negara Amerika Latinnya. Saat ini dibandingkan negara-negara tersebut, Indonesia menjadi tontonan yang tidak lucu. Negara yang sudah merdeka 60 tahun, tapi mentalitasnya masih seperti inlander. Jadi mari kita kembali menjadi bangsa yang berdaulat, tanpa tekanan pihak manapun.

Apakah ada kepentingan politik pribadi dibalik isu ini, misalnya modal Anda di 2009 nanti?

Pertanyaan Anda sudah banyak ditanyakan. Bahkan ada yang menyatakan, “Pak Amien, Anda membedah soal Freeport ini secara sungguh-sungguh ini, hanya karena menginginkan dana kampanye pilpres 2009 dari pak Ginandjar Kartasasmita?” Saya gembira dengan komentar yang aneh-aneh ini. Tetapi kita diajarkan oleh al-Qur’an, Faidza ‘azamta fatawakkal ‘alallah, kalau sudah bertekad tinggal bertawakkal pada Allah. Kalau diperjalan ada pro-kontra, ada fitnah, itu sesuatu yang sangat biasa sekali. Nabi yang sempurna saja itu dikatakan majnun, apalagi orang seperti Amien Rais. Al-Qur’an juga menyuruh kita untuk terus melakukan nahyi munkar. Kalau kita dikritik lantas surut, maka yang keenakan ya yang korupsi itu. Menurut saya, era Amien Rais itu sudah berlalu. Belakangan saya banyak mengambil i’tibar (pelajaran, red) bahwa pemimpin itu harus istiqamah, jangan sampai terjangkit penyakit nifaq (munafik, red).

Pic0187 102002fataltembagapura1 images

source

Kisah turun di jalan tol

Jadi ceritanya gue lagi keingetan sama kisah konyol gue dan sela, temen jurusan yang satu kkn sama gue..

Hari Rabu, tanggal 18 Januari 2012 gue sama sela ijin balik ke bandung karena urusan yang mendadak. Gue mesti berobat karena udah skip berobat rutin selama 3 minggu, dan sela tadinya mau ikut daftar beasiswa (yang ternyata ga jadi ikutan). Setelah sekitar pukul 11.00 WIB acara DPL selesai, (tentang pengenalan tanda bahaya bagi ibu hamil), kita kembali ke rumah pondokan. Disitu kita galau. Galau karena surat ijin pulang belum selesai dibikin. Di tengah-tengah kegalauan itu, kita pun pada akhirnya tertidur.

Tiba-tiba kita terbangun, sekitar jam 1 siang. Pulang! Pokoknya enak gak enak badan, jadi gak jadi surat, kita harus pulang. Pulang is a must. Yak, finally kita pulang.

Di rumah, seperti biasalah, kangen-kangenan sama keluarga, dan langsung cus berobat malemnya. Selama di rumah, gue kepikiran sama temen-temen kkn. Kepikirannya tuh, “duh, gimana ya? Nanti mereka pada mikirnya aku keenakan kelamaan pulang lagi. Gak enak nih, mana jadwal piket euy. LPPM juga belom dateng, hmm ya udah pulang aja deh kamis siang”. Sepakatlah gue dan sela balik lagi ke purwakarta hari kamis.

Sebelumnya, kita ngebet pengen nyobain KFC. Sudah terlalu lama rasanya gak jadi AGJ alias Anak Gaul Jatos. He…. Jam 2 janjianlah kita di KFC. Setelah memesan 1 bento, 1 mocca float, dan 1 chicken fillet, kita berfikir lagi. “Gak enak kalo gak bawa apa-apa pas pulang nih, kayaknya mesti bawa sesuatu, tapi apa ya??

Finally, ke super indo aja, cari kue bolu gitu.. Aaah tapi gue terngiang anak-anak sempet nyeletuk pengen donat, yaudaaah akhirnya beli donat 1 lusin ke ringo. Wow, sampe mesti patungan 27ribu seorang. Hmm…. orang kaya banget ya gue kayanya.

Cusssss kita ke depan cileunyi. Nyari bis yang sama pas kita balik ke bandung, Tasik-Bekasi. Bodohnyaa, kita ga sempet tanya temen-temen dulu kita mesti pulang naik apa. Dengan gaya sok backpacker-an, kita nyerocos aja milih-milih bis, sampe ada seorang kondektur yang nyamperin, sebut saja namanya mas Peang.

Mas Peang : Lebak-Bulus neeeng..

Kita : Nggak Pak..

Mas Peang : Bade kamana neng?

Kita : Nggak Pak, kita mah mau ke Purwakarta. (taulah yaa kondektur pasti berusaha banget cari penumpang, apapun caranya).

Mas Peang : Oooh, tiasa atuh neng naik Garut-Lebak Bulus oge.. Lewat kok..

Kita : Masa Pak? Kita nyarinya yang ke arah Bekasi.

Mas Peang : Neng mau kemananya?

Kita : Ke…. kemana ya? Oh Ciganea Pak.

Mas Peang : Ciganea?

Kita : Iya, hmm,, Pasar Rebo Pak. Tapi bukan Pasar Rebo Jakarta. Pasar Rebo Purwakarta..

Mas Peang : Oh bisa kok neng, bisa. Nanti turun di cimarancang, terus tinggal naik angkot 03 warna merah.

Kita : Beneran lewat nih Pak?

Mas Peang : Iya neng, naik aja… naik aja..

(dengan sedikit pemaksaan, akhirnya kita naik)

Pas banget kita duduk tenang di bis, penumpang sebelah kiri kita nanya. Sebut saja Bapak Tanya.

Bapak Tanya : Mau kemana neng?

Kita : Ke purwakarta pak, ciganea. (gue cuma inget ciganea, tempat transit2nya primjas…)

Bapak Tanya : ciganea?

Kita : Iya pak, pas banget waktu keluar tol jatiluhur itu ciganea. (sok tau tea)

Bapak Tanya : Wah, bis ini mah gak keluar tol neng. Palingan juga diturunin di jalan, tapi masih jauuh cari angkot lagi.

Kita : Oh iya pak? (Kita berpandangan… Hmm,, something’s weird)

Yaudah,dalam hati kita berdoa masing-masing. Pasti nyampe kok, cuma ajaaa nyampenya itu pasti lama dan sulit (pikir kita).

Akhirnya gue sms temen kkn gue yang lain yang pernah balik ke bandung dan udah balik lagi ke tempat kknnya di purwakarta, Fe.

Gue : Fe, waktu balik dari nangor ke pwkrta naik bis apa?

lama… lama…

Fe : naik bis primjas garut-bekasi atau tasik-bekasi. Kalau mau turun di ramayana purwakarta atau gak di ciganea nduce. (panggilan khas -_-)

Gue : Kita keburu naik harut-lebak bulus nih, gpp gtu yaa…?

Fe : ga bisaaa

Gue : Kok gak bisa? Kata kondekturnya bisaa…? Trs nasib kita gimana??

Fe : Bisa, tapi mungkin ga ke kotanya. Dia tuh gak keluar tol jatiluhur nduce. Ntar kalian disuruh turun di tol jangan-jangan, ntar naik ke atas di tengah tol gitu jangan-jangan. Aduh gimana atuh…

Gue : iyaa, kata org2 di bis juga gituu. Tapi kalo kita nyebrang tol ga ada masalah lagi kan>

Fe : Tah eta nduce. fe kagak tau jg. Tanyain lagi aja nduce. Temen2 fe disini gak ada yang tau juga lagi -_- gimana atuh.

Gue : Hmm yaudah deh doakan saja semoga selamat. Kalo kita hilang, ini sms terakhir dari kita.. Hiks..

Fe : Aaaa cunduus hati2, ntar kabar2in…

Begitulah, dramatis. Keadaan nampak kalut. Rasa-rasanya wajah Mas Peang pengen gue remes-remes… :(

Kita akhirnya terus2an berharap dan berdoa… Dan tiba2 Mas Peang manggil kita ke depan. Tandanya kita mau turun. And know what?

Kita turun bener2 disamping jalan tikus. God. TEGA.

Ini kali pertama kita turun di tengah jalan tol yang sepi, hanya ada 2 orang lelaki seperti petani atau pengebun. Gak lupa, ini wajib didokumentasikan.

Day 19 KKN

Rasanya sakit. Entah aku sakit apa. Ga tau mau jawab apa kalo orang nanya aku sebenarnya sakit apa. Yang pasti saat ini setiap tulang rusuk dan tulang dada saya sakit sekali. Juga pahaku, seperti biasa saja…. Paha ini selalu sakit setiap saya capek dan stress.

Allah, Engkau pasti sangat dekat kan? Lebih dekat dari urat nadi ini. Aku yakin itu.

Rasa-rasanya aku hanya punya Engkau sekarang. Apa’ ibuku jauh. Tak bisa minta pertolongan siapapun.  Aku tidak ingin dikasihani sebenarnya. Paling malu buatku mendengar kata “kamu sakit? Istirahat aja biar urusan ini sama saya”. Sangat rentan denger omongan kayak gitu… Dan secara otomatis juga aku jawab “nggak kok, gak sakit yeee.. gapapa biar aku yang kerjain”. Kadang-kadang aku ngomong gitu dalam keadaan menahan sakit tapi yaaaaaa… gatau deh aku pun ga ngerti sama diri sendiri -_-

Apa’, ibu aku kangen. Kayaknya cuma apa’ sama ibu yang ngerti aku dalam keadaan gini. Aku pengen pulaaaaaaaang….. Gak pengen lama-lama disini. Semua orang berjalan seakan saaaangat lambaaaat…. 1 hari terasa sangat lamaaaaaaaa… Apalagi ini masih 13 hari lagi.

HUAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA…!!!!

Stress sendiri…

Sometimes..

Aku suka berfikir, kenapa aku yang dapet sakit kaya gini. Iya aku tau kita sebagai manusia harus selalu bersyukur atas apapun yang Allah Kasih. Tapi aku cuman pengen tau aja, why did this disease choose me??? Apa emang karena aku sanggup menanggungnya? Atau…. apakah?

Akhir-akhir ini jadi sering berfikir tentang kapan aku akan meninggal. Atau, berapa lama lagi waktu hidupku? Aku pengennya meninggal dalam keadaan khusnul khatimah. Ga pengen meninggal dalam keadaan ngegosip, foya-foya, atau melakukan hal yang ga penting.

Kemarin-kemarin, lagi nonton film 1 litre of tears…. Nangis nontonnya, karena inget sama diri aku sendiri. Pertanyaan yang sama bagi seseorang yang menderita penyakit sejak lahir… Kenapa harus aku? Kenapa aku sakit sedangkan saudara-saudara yang lain nggak? Bukan berharap mereka sakit juga,,,, tapi kenapa harus aku…??

Sampai sekarang,, 19 tahun sejak aku dilahirkan, aku masih harus terus menahan rasa sakit yang sama. Menanggung penyakit-penyakit tambahan dari sakit ini…

Dalam shalatku, selalu aku berdoa untuk masa depanku, masa akhirku, keselamatan akhirta keluargaku, juga kesehatanku.. Aku selalu minta agar Allah Mengirim sedikit saja kekuatan hati agar aku bisa ikhlas menerima sakit ini. Kadang, aku ikhlas, tapi kadang juga, ketika sakit ini luar biasa hebat kambuhnya, aku tidak bisa ikhlas lagi… Berarti aku belum ikhlas kah?

Can someone explain it to me??? What is ikhlas should be mean??

Welcome KKN Days

Ini tanggal 2 Januari 2012.

Besok tanggal 3 Januari 2012, artinya besok gue berangkat KKN….

Yeeeeeee antara seneng dan gak seneng. Seneng, karena KKN itu adalah suatu momen yang gue nanti-nantiin, karena gue pikir, ini pengalaman baru, hidup dengan kawan-kawan baru dan lingkungan baru selama 1 bulan. Anggap aja latihan hidup di negeri orang nanti, hehe. Gak senengnya, karena bawaannya ribet, dan banyak, dan gue mesti ninggalin rumah dan orang-orangnya selama 1 bulan. Artinya gue gak bisa main bareng adik-adik lagi, dan suplai makanan dan minuman yang biasa tersedia sendirinya akan sulit gue temukan. Disana pasti gue mesti nyuci sendiri, dan cari makan sendiri. Kan gue belum pernah ngekost, makanya gue was-was gue ga bisa adaptasi.

Ditambah, gue bakal skip berobat jalan sebulan ini. Huft, sabar ya kaki… :’(

Tapi, gue berencana akan menceritakan seluruh perjalanan gue KKN nanti di Desa Sawah Kulon, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Purwakarta! Semoga menyenangkaaan… :) :) H2C niih.. Mana tema KKN desa gue adalah tentang ibu hamil, kan gue kaga ngarti apa-apaa T__T

Oh ya, btw, spanduk KKN kelompok, gue yang buat looh, tapi kayaknya gak terlalu bagus, soalnya gue kan emang gak expert dalam hal ini.. Gue cuma seorang yang suka sama corel edit2 doang, gak kreatiff, heu makanya designnya ini gue cari di inet.. he..

Finally, welcome KKN daysssssssssss :)

The Sky on This New Year

Selamat tanggal 2 Januari 2012.

Mungkin ini post yang telat mengenai tahun baru, tapi biarlah tidak usah diucapkan selamat, langsung saja kita buat harapan-harapan kita di tahun yang baru ini.

Tapi kemarin malam daerah gue lumayan ramai. Walau saya gak niat ngerayain, tapi tetep aja ramai. Kebetulan banget kamar gue itu berada di belakang rumah (bukan kamar babu atau gudang ya!). Dan view bandungnya lumayaaan. Berhubungan rumah gue itu ada di sekitaran kaki gunung, dan itu indah banget!

Indah karena memang saat itu malam tahun baru dan orang-orang menyalakan bermacam-macam warna kembang api. Tepat saat itu pukul 23.55 WIB gue sedang asyik nonton drama korea berjudul 49days, gue melihat dinding kamar gue aneh, ada semacam warna-warna yang ga jelas, setelah gue berbalik ke belakang dan melihat jendela, woooowww,, inikah tahun baru? Perasaan gue ada 1 pulau di Selandia Baru yang keukeuh pengen nyeleneh ngadain taun baru kemarin, hihi.. aneh dunia ini, kita bisa aja loh sembarangan ngadain taun baruan :P

Saking indahnya, karena gue jarang liat kembang api, jadinya gue skip nontonnya dan mulai mencari gambar yang bagus dengan handphone Nokia X3 gue..

Dan inilah hasilnya : (maaf kalo jelas, because I don’t have SLR hehe)

Sementara pagi harinya, itu pagi hari yang saaaaaaangat cerah. Gue sampe update di fb dan twitter bersamaan ngasi tau kalo langit saat itu bener-beneeeeer cerah, seriusan deeh, :)

This photo was taken at my mom’s room.. hoho, suasananya dapeeet banget, dan mataharinya nyebrot mangstab pisan. Asli cerah bangeeet gatau harus dideskripsikan segimana rupa lagi,, semoga di tempat KKN nanti nemu deng suasana macam gini, hehe.

Di tahun ini, gue berharap yang gak muluk-muluk. Gue pengen kaki ini selalu sehat, biar bisa travel jauh, karena itu yang gue pengen dari dulu :( Gue pengeen keluarga gue sehat-sehat dan tentunya bisa membangun keluarga yang indah di syurga ini,, daaaan *some text missing* <– temukan jawabannya di hatikuuu :P