Day 24 KKN

Hari ini ada 2 orang temen main ke rumah pondokan. Katanya ini kali pertama mereka keluar menghirup udara segar selain udara rumah. Kita ngobrol berempat cukup lama. Dzuhur sampe Ashar.

Entah ini dibilang gosip, ngomongin orang, atau memberi informasi penting. Tema pembicaraan kita adalah sebuah perselingkuhan.

Yaah, anak muda. Mungkin orang umum nganggep selingkuh selama belum menikah itu biasa, wajar. Tapi, hey, justru ini menggambarkan bagaimana kamu nanti di jenjang yang lebih serius. Let’s explain it… dengan paradigma anak muda sekarang…

Contohnya, kalo kamu kelibat cinlok sama teman satu kkn kamu, padahal kamu udah punya pacar, artinya kamu selingkuh. Ya, kan? Apalagi pacar kamu itu orang baik, yang setia nungguin kamu jauh dari tempat kknmu tanpa kepastian. Atau pacar kamu itu orang pinter yang selalu temenin kamu sekaligus bantuin kerjain tugas, sampe skripsi (maybe?). Dan dengan alasan kebaikan-kebaikan pacar kamu itulah kamu gak tega buat mutusin dia. Wow, amazing…

Bagaimana kalo kasusnya adalah, pasangan yang terlibat cinlok dengan kamu itu juga sama-sama punya pacar yang lagi nungguin dia jauh di rumahnya (-_-”). Simply, kedua pasangan ini sama-sama punya pasangan masing-masing, dan mereka sadar tentang hal itu.

This is worse.

Dunia udah gila.

Kita hindari pembahasan mengenai masing-masing pasangan jauh mereka, karena udah pasti itu menyakitkan buat mereka.

Ini tentang si kamu, yang melakukan perselingkuhan. Apakah kamu gak sadar? Dengan kamu tau bahwa pasangan cinlok kamu itu sudah menyelingkuhi pacarnya, bisa saja terjadi padamu. Bisa aja suatu saat kamu yang jadi selingkuhannya. Gak masalah kalo kamu fine dengan hal itu, tapi berarti kamu hanya barang cadangan. Yang diambil kalo perlu aja, suka aja, dukanya gatau deh…

Sadarlah, kalo kamu belum tahu tentang hal ini.

Karena orang memperlakukanmu seperti kamu memperlakukan orang lain