Penyaring Asap Knalpot

Tadi pagi cibiru macet lagi. Senin. Wajar sih macet. Tapi ini tiap hari. Hmm ada yang gak wajar memang dengan sistem lalin di bandung ini.

Angkot-angkot kesempatan emas buat ngetem nyari mangsa. Elep dan kotrima ga mau kalah. Bis? So pasti juga.

Bisnya banyak, dari mulai jurusan bandung cirebon, elang jatinangor, dll. Gede gede semua. Tapi ga semuanya bagus alias ada yang berlebihan ngeluarin emisi.

Kebetulan gue naik motor ni ke kampus. Karena macetlah, gue terjebak tepat di depan corong muka knalpot. Alhasil, asap asap mengepul semua di badan gue. Nempeeel itu noda dan baunya.

Sampe kampus, ada yang nyeletuk, jaket gue bau rokoook. Wooy itu bukan rokok. Setelah gue jelasin, akhirnya pada ngerti juga kalo itu asap knalpot bis. Baunya emang ga enak bangeet huhu. Guenya aja jadi ga mau nyium badan sendiri.

Sampe sempet terfikir, bisakah gue membuat sebuah alat saring supaya sebelum asap knalpotnya itu keluar dan berhembus mengotori udara, kita saring zat2 yang berbahayanya, dan yang keluar yaaa kadar emisi nya sedikit gitu. Seenggaknya gak terlalu bikin sesek napas atau bikin item muka. Kan enak juga ke lingkungan jadi agak bersih kan ya? :)

Cara Jepang Mengharamkan Rokok

Kebetulan abis baca blog khusus asianfans hehe, tiba-tiba nemu artikel bagus nih.

kebetulan juga gue sering naik angkot yang banyaaak banget orang ngerokok di dalem mobil. udah disepet dengan batuk batuk sampe jungkir balik nungging-nungging juga si perokok masih ga tergugah hatinya.

Berikut adalah informasi jitu tentang cara Pemerintah Jepang dalam “mengharamkan” rokok di negaranya.

  • Tahun 2004, Pemerintah Jepang menaikan harga rokok. Dengan dinaikannya rokok, tidak menyebabkan ongkos angkot, taksi, dll menjadi naik toh? (Di Jepang ada angkot ga ya?)
  • Tahun 2007 akhir, Pemerintah Jepang memasang larangan merokok di semua taksi di Jepang, tidak terkecuali untuk pengemudinya. Biasanya kalau disini, penumpang mengalah kepada sopir taksi yang merokok.
  • Tahun 2008, Pemerintah Jepang mengeluarkan kartu “Taspo”, yaitu semacam SIK (Surat Ijin Merokok), dengan tujuan anak di bawah umur 20 tahun tidak boleh merokok. Masing-masing perokok wajib terdaftar sebagai perokok dan wajib memiliki kartu tersebut. Kartu Taspo ini sangat sakti. Mesin penjual rokok atau toko tidak akan menjual rokoknya kepada yang tidak memiliki kartu ini.
  • Kartu ini juga akan mendeteksi presentase pengguaan rokok per bulan dalam hitungan grafik, yang berhubungan dengan kesehatan dunia dan sebagainya.
  •  Rokok di Jepang dibuatkan semacam klasifikasi dari 10 s/d 1. Tujuannya adalah memberikan penyuluhan kepada perokok untuk berhenti secara alami. Klasifikasi tingkat 10 adalah yang paling berat, baik itu kadar tar, nikotin, dll. Setelah itu kia biasakan dengan rokok klasifikasi 9, 8, 7, dst., akhirnya klasifikasi tingkat-1, yaitu rokok yang paling ringan. Kalau sudah terbiasa menghisap rokok klasifikasi-1, tidak merokok sama sekali pun kita bisa.
  • Tempat-tempat merokok disediakan bagi perokok hampir di pusat-pusat kota
  • Merokok sambil berjalan bisa didenda 5000 yen/ 400 ribu di tempat!
  • Awal 2009, dikabarkan harga rokok akan naik berlipat-lipat, dari 300 yen menjadi 900 yen. Dijamin, gaji akan habis kalau nekad beli rokok tiap hari.

Semua karena pemerintah peduli kepada warganya dan semoga Indonesia kelak bisa menerapkan hal ini.

Gue ga mengharapkan jawaban subyektif kayak “suka-suka gue dong”. Tapi plis lihat dampaknya. paru paru lo bisa bolong, rusak, keropos. oksigen dalam otak bakal berkurang, bisa nyebabin pikiran sempit juga. yang paling penting adalah, ngerokok di depan bukan perokok menurut gue hal itu sangat hina. lo bukan cuma merusak diri lo tapi juga merusak kesehatan oranglain. gimana kalo yang ngisep asap rokok itu adalah ibu-ibu hamil? dan gimana kalo lo yang jadi anak dalam perut si ibu?

dih… amit-amit.. ogah.

rokok itu serebu perbatang yak? mending tabung deh, sebulan dapet 30.000, kalo 2 bulan dapet 60.000, setahun?360.000… 5 tahun? 10 tahun? bisa kuliahin tuh anak kita hehe :D

hidup yaa yang sehat-sehat aja mas, mbak :) hargai diri kita :)

source : here

ganja? big no!

jaman makin edan!

gw makin bingung sama anak anak muda yang ga punya pegangan. semakin aktif, malah semakin melenceeeng jauh pikirannya.

tadi maghrib ceritanya gue abis nonton kabar petang di tipi satu. beritanya ngabarin ttg sekelompok masyarakat yang ngedemo untuk dilegalkannya ganja!

do you know ganja? lo bisa baca sendiri di google : (ganja)

sebelumnya, gw cuma mau ngingetin, gw ini orang awam ttg hal hal medis, jadi maaf maaf aja ya kalo ada info yang kurang atau bahkan salah, mohon koreksi :D

Dhira (ketua organisasi yang ngedukung legalitas ganja, maaf gw lupa namanya apa) bilang kalo ganja itu sisi positifnya banyak banget kok. Dari jaman ribuan tahun yang lalu, masyarakat china yang nemuin ganja untuk pertama kali, justru menggunakan tanaman ganja untuk kehidupan sehari-hari, seratnya lah, biji nya lah, daunnya lah,, apapun itu. Dhira juga bilang, kalo medis sangat membutuhkan ganja dalam pengobatan. Gak hanya medis, ternyata industri pun akan maju mengingat ganja tumbuh di daerah tropis seperti indonesia. begitu kata bung Dhira.

Tapi, ketua BNN bilang, kalo sisi negatif dari ganja itu lebih besar dibanding sisi positifnya. Masih menurut beliau, bila kita mengkonsumsi ganja, maka zat-zat aktif yang terkandung dalam ganja, akan saling berikatan dengan sel-sel di otak yang mengandung oksigen. Setelah itu, sel-sel itu akan mati.

Ada beberapa efek yang akan timbul akibat pemakaian ganja. Yang pertama, lemot, alias lemah otak. Siapa yang mau lemooooooooooot?? dengan senang hati gw bilang, SILAHKAN KONSUMSI GANJA! yang kedua, akan timbul euforia seneng yang ga jelas. Jadi, si pemakai ini akan merasa senang, ketawa sendiri, tapi dengan alasan yang tidak jelas. Bisa jadi, ketika rumahnya kebakaran saat dia memakai ganja, si pemakai malah akan ketawa ketawa sendiri ga jelas. (diih, amit amit gw mati dalam keadaan ngeganja)

Ada psikiater yang bilang (masih dalam kabar petang tipi satu) bahwa ga ada tuh yang namanya ganja dipakai dalam pengobatan medis. Gue belum bisa menyimpulkan ini bener atau nggak, karena gw emang belum tau info yang pasti nya.

———–

Pendapat gue pribadi mengenai hal ini, rasa-rasanya kok masyarakat sekarang pemikirannya sempit ya. Memang sesuatu hal itu gak selamanya isinya negatif. Pasti ada positifnya juga. Akan tetapi, dalam Al-Quran pun tertulis, bila suatu hal itu lebih banyak memberi mudharat, sebaiknya tinggalkan!

Dhira dan kawan-kawan ini mungkin belum begitu paham masyarakat Indonesia sekarang kayak gimana (gw jg sih belum, tapi gw sedikit tau karena gw salah satu masyarakat disini, hehe). Masyarakat kita sangat belum siap dan pantas untuk “dibebaskan”. Dalam artian, kalo ganja dilegalkan dengan alasan ada beberapa sisi positifnya, tentu sangat berbahaya dong buat masyarakat kita. Siapa yang tau nanti terjadi penyalahgunaan ganja. Entar malah ada yang ngeganja ga jelas dengan alasan “kan ganja udah legal”. nah loh.

Gue juga sempet kesel sih pas Dhira ngomong gini, “yang punya hak atas diri kita kan kita sendiri, mau masukin apapun kedalam tubuh kita ya hak kita dong”. Sumpah gw rasanya pengen masuk ke itu tipi dan ngomong langsung.

Hey bung, emang kita bertanggungjawab sama diri kita sendiri. Tapi heeeey sadar kah bahwa kita masih punya Allah? Kita juga harus bertanggungjawab dong sama Yang Menciptakan kita. Tak hanya dengan diri dan Tuhan, kita ini makhluk sosial, merupakan hal yang WAJIB untuk kita mikirin keadaan temen-temen di sekitar kita.

Hayo loh kalo timbangan amal lo di akhirat berat di keburukan hanya gara gara sibuk berbenah diri dan ga mikirin orang, gimana loooh?

ga mau kaaan?

jadi ini bukan masalah hak atas asupan buat diri kita, tapi ini masalah mencetak generasi masa depan!

selama masih ada yang baik, buat apa menggunakan hal yang lebih banyak mudharatnya??

yooo guys mari sama sama berbenah diri dan PEKA terhadap orang lain :)

RI Jadi Pemimpin Energi Geothermal Dunia

Indonesia telah meluncurkan rencana ambisius untuk memanfaatkan tenaga sangat besar dari gunung berapinya dan menjadi pemimpin dunia dalam energi geothermal sambil memangkas emisi gas rumah kaca.
Negeri yang terdiri dari 17 ribu lebih pulau terbentang dari Samudera Hindia ke Samudera Pasifik ini mengandung ratusan gunung berapi. Indonesia juga diestimasikan menyimpan sekitar 40% energi geothermal potensial dunia.
Tetapi sejauh ini baru sebagian kecil potensi tersebut terkuak. Pemerintah berencana mencari bantuan dari investor swasta, Bank Dunia dan partner seperti Jepang dan Amerika Serikat untuk membuka kekuatan tersembunyi yang ada di bawah perut bumi Indonesia.
Tujuan pemerintah adalah menambah 4 ribu megawatt kapasitas geothermal dari eksisting sebesar 1.189 megawatt. Pada 2014 nanti adalah tantangan sebenarnya, ujar Kepala Asosiasi Geotermal Indonesia Surya Darma, kemarin. Indonesia saat ini bergantung kepada batubara produksi lokal untuk menjalankan pusat energi listriknya.
Salah satu tantangan terbesar adalah pembiayaan. Sumber tenaga geothermal kira-kira akan menghabiskan biaya lebih besar dan membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk riset dan pengembangan sampai bisa digunakan.

Tetapi sekalinya didirikan, maka kilang geothermal seperti yang ada di Kamojang Jawa Barat di 1982 bisa mengubah suplai panas vulkanik gratis tidak terbatas menjadi listrik dengan biaya tetap yang lebih rendah dan polusi lebih sedikit, ketimbang batubara.

Pemerintah berharap bisa dijual konsep geothermal ini dalam kongres dunia ke-empat yang dibuka Minggu (25/4) di Bali. Perhelatan enam hari tersebut akan menarik perhatian 2 ribu orang dari lebih 80 negara.

Sebuah investasi sebesar US$12 miliar (Rp108 triliun) dibutuhkan untuk menambah kapasitas 4 ribu megawatt, ujar analis energi Herman Darnel Ibrahim, menempatkan konteks pada pengumuman US$400 juta (Rp 3,6 triliun) pinjaman dari World Bank dan Asian Development Bank (ADB).
Eksplorasi lahan bisa membutuhkan waktu tiga hingga lima tahun, studi kelayakan pendanaan satu tahun sementara membangun pusat kilang itu sendiri membutuhkan waktu tiga tahun, tambahnya.
Sejumlah negara sudah menggunakan energi panas bumi ini memanfaatkan kelebihan alam. Seperti Amerika Serikat dan Filipina yang sudah memproduksi energi geothermal. Proyek panas bumi ini juga sejalan dengan tekad Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang akan memotong emisi gas rumah kaca sebanyak 26% di 2020.
Indonesia sebagai negara yang memiliki pertumbuhan ekonomi terbesar di Asia Tenggara itu baru mampu memanfaatkan 7 medan geothermal dari 250 wilayah yang sebenarnya bisa dikembangkan.
Besarnya potensi energi panas bumi ini bisa dimanfaatkan untuk menambah akses penduduk terhadap energi listrik. Indonesia dengan jumlah penduduk 234 juta orang itu baru 65% yang memiliki akses terhadap listrik.
Targetnya adalah memenuhi 90% populasi di akhir dekade, melalui program pembangunan pembangkit listrik 10 ribu megawatt di 2012. Sebagian besar sumber energi ini masih mengandalkan batubara dan di 2014 rencananya ada tambahan dari tenaga panas bumi gunung berapi.

Salah satu persoalannya adalah banyaknya sumber geotermal berada di kawasan hutan yang dilindungi. Sehingga pemerintah harus mengeluarkan izin mengebor sumber di area konservasi namun tetap memprioritaskan pembangkit listriknya berada berada di luar area hutan.
Saat ini sudah ada kesepakatan antara konsorsium perusahaan Amerika Serikat, Jepang (<—???) dan Indonesia serta perusahaan listrik negara (PLN), untuk membangun proyek berkekuatan lebih dari 340 megawatt di Pulau Sumatera. Proyek yang dinamakan Sarulla ini akan menjadi pusat kilang geothermal terbesar kedua di Indonesia setelah fasilitas Wayang Windu di Jawa Barat.
Proyek Sarulla adalah contoh yang sempurna bagaimana Indonesia mampu membuat energi yang ramah lingkungan dan keamanannya dengan berpartner bersama firma internasional, ujar Duta Besar Amerika Serikat Cameron Hume. Proyek ini direncanakan rampung dan menghasilkan listrik hingga 335 megawatt (MW) (WOOOOOOOOOW!!!!)pada 2013.
Beberapa firma seperti Tata dan Chevron (klik!) telah memasukkan proposal untuk membangun pusat geothermal lainnya di Sumatera Utara, dengan kandungan potensial sebesar 200 megawatt.

alam itu sahabat

Pahamilah teman, bahwa alam butuh disayang

Sama seperti manjanya anak pada orangtua

Seperti manjanya bintang pada langit malam

Apakah sudah tidak ada lagi yang namanya kasih di alam dunia ini?

Ataukah memang kasih telah berrevolusi menjadi acuh?

Sadarlah teman, sadarlah….

Alam ini sudah lama merintih dan menangis sedu sedan

Khawatirnya alam akan marah dan menaruh dendam pada kita,

yang selalu lupa menyayangi dan sedikit saja menaruh perhatian pada alam

Alam memang tak punya mata

Tapi alam selalu melihat kita

Mereka tetap dapat merasa

Sadarlah teman, sadarlah…..

Apa yang akan terjadi bila alam sudah muak bersahabat dengan kita

Apa jadinya kita tanpa alam?

Bisa-bisa buah pun enggan mereka hadiahkan pada kita

Bisa-bisa oksigen pun mereka enggan suguhkan pada kita

Sudah saatnya teman-teman….

Sudah saatnya kita berdiri sekarang

Berdiri dan bergerak dan menorehkan perubahan

Sekecil apapun perubahannya, alam pasti menerima

Jangan tunggu nanti teman… JANGAN….

Takutnya alam kepalang marah dan benci pada kita ( jangan sampai :’( )

Apapun dapat kita lakukan saat ini

Tengoklah sekitarmu, banyak sekali tugas yang kita punya untuk alam

Apapun dapat kita lakukan saat ini

Sekarang teman

Sekarang!

Itu Semua Ga Sulit Kok!

Baru-baru ini berlaku free cars day di JakSel… Program ini tentunya amat sangat bagus… Yang namanya pencegahan global warming harus dilakukan sejak dini toh?? Memang pada awalnya banyak warga yang protes.. Tapi toh memang pembiasaan tidak selamanya berawal dengan menyenangkan..

Mungkin peribahasa berakit-rakit ke hulu berenang-renang ke tepian bersakit-sakit dahulu bersenang kemudian dapat kita jadikan sebagai salah satu motivasi kita mencegah global warming…

Menurut saya, dunia ini memang tidak akan pernah bisa terlepas dari semua kendaraan atau barang-barang yang berpolusi.. Karena semenjak adanya revolusi industri, kita sudah terbiasa menikmati mudahnya segala fasilitas yang praktis..

TAPIIIII…. tidak ada salahnya kan untuk selalu peduli terhadap lingkungan.. Setidaknya mengurangi pemakaian hal-hal yang tidak berguna.. Bisa juga mengimbangi polusi dengan meluangkan sebidang tanah untuk menanam pohon.. Membuang sampah pada tempatnya dan memisahkan yang organik dan non-organik.. Tidak mengkonsumsi rokok secara berlebihan.. Yaaahh setaun sekali lah merokok mah.. Trus… selalu mendukung program pemerintah yang berusaha menyelamatkan bumi ini dari ancaman kehancuran lingkungan dan ekosistem..

Ayo kawan… kalau bukan kita, siapa lagiiiiiii???????????

Ya ampyuuuunnn.. teman teman… itu ga sulit kok!!