Sundus Mirrotin's Weblog

life is words, just share it! ^^

jatuh dan sulit bangkit

ada satu waktu dimana gue pernah merasa sangat jatuh.

saat gue sangat susah untuk bangkit lagi dari kesakitan itu.

saat gue merasa banyak tekanan dari segala penjuru yang justru bikin keterpurukan gue makin dalem.

orang bilang, orang extrovert ketika dapet masalah, mereka (atau kita) selalu mengalihkannya dengan melakukan banyak hal yang bikin kita sendiri lupa akan masalah itu.

tapi gue nggak.

saat gue dapet masalah, gue berubah jadi orang introvert.

yang bener-bener pengen menjauh dari semua orang, termasuk keluarga gue.

gue sangat sulit untuk menceritakan tentang masalah gue ‘yang sebenarnya’.

gue cenderung, ketika orang lain bertanya “kenapa lo?”, gue selalu menjawab, “nggak kok, cuma masalah kecil”.

gue ceritain sih tentang suatu masalah, tapi bukan yang sebenarnya.

itu sih parahnya gue.

lalu ketika suatu saat, gue pernah punya satu harapan,

yang tentunya udah gue pupuk sejak bertahun-tahun yang lalu.

udah gue rancang masa depan yang berakar dari harapan yang satu itu.

tapi karena dasar aja si gue nya orangnya gak rajin.

gue gak bangun tangga yang kokoh buat gapai harapan gue itu.

dan ketika saatnya tiba.

ketika gue sedang menaiki tangga, supaya harapan gue yang tinggi itu nyampe,

tangganya roboh, dan gue terjatuh.

sakit rasanya.

ketika lo cuma bisa bangun tangga yang bahannya dari rumput (gimana cara yak? yaa apalah itu yang bahannya ringan-ringan).

trus lo naek tangga itu, dan lo jatuh dari ketinggian 2000 mdpl (wuidih, apaan tuh)

sakitnya ga cuma saat itu, tapi sampe sekarang.

belum ada dokter yang bisa nyembuhin,

begitupun dengan hati gue, gue belum bisa ikhlas.

itu kejadian udah lama, tapi sakitnya masih kerasa.

kerasa kalo banyak hal yang bikin gue inget dari harapan itu.

dan si ‘banyak hal’ itu emang bener-bener gak bisa dijauhin dari hidup gue.

ikhlas

susah banget dijalaninnya.

kayaknya gue akan terus merasa sakit,

selama hati gue belum ngijinin untuk ikhlas.

meskipun banyak banget yang mencoba mengangkat gue dari keterpurukan itu.

gue emang bisa bangun.

tapi kondisinya ga kayak semula.

sekarang gue ‘berjalan tergopoh-gopoh’

dan ‘ga setegak yang dulu‘.

entah dengan cara apa gue bisa ikhlas.

gue cuma bisa minta sama Allah, ikhlasin hati ini.

biar gue raih harapan gue dari akar yang lain.

bukan dari akar yang gagal gue tanam.

itu aja sih 😦

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on September 8, 2010 by in just celoteh, self.
%d bloggers like this: