Sundus Mirrotin's Weblog

life is words, just share it! ^^

jalan di tempat atau maju?

Mungkin kritis itu penting, bagus. Membuktikan kalo akal kitaini bekerja, berputar, mencari.

Akan tetapi jangan sampai kekritisan itu malah menjebak kita untuk terus berputar di lingkup itu terus.

Maksudnya, dibandingkan mempertanyakan sesuatu sampai ke hal yang paling kecil, lebih baik maju kan? Moso kita mau pusing pusing mikirin hal yang memang terlalu pusing untuk diperhitungkan.

Manusia memang hebat, keren, pintar. Jepang saja sekarang ini berhasil membuat robot model iklan wanita yang apabila dilihat sekilas, hampir sama persis dengan manusia asli. Bayangkan, sebegitu pintarnya kah manusia?
Tapi, setinggi-tingginya ilmu manusia, hal apapun tidak akan terjadi selama Allah tidak Berkehendak.

Secara logika, dapatkah manusia awam dapat memahami peristiwa isra mi’raj? Rasulullah pergi ke Arsy Allah hanya dalam 1 malam, mengendarai Buraq, yang entah wujudnya seperti apa. Yang pasti kecepatannya luar biasa, di luar batas logika manusia biasa. Sebelum pergi ke langit ketujuh pun, Rasulullah harus bergegas dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa. Coba, jaman dahulu, kendaraan apa yang paling cepat untuk dikendarai manusia. Hanya unta. Unta. Semalam? Tidak mungkin. Sungguh diluar akal manusia, sekali lagi.

Tapi nyatanya Allah Berkehendak itu Bisa, maka terjadilah….

Nah, dari peristiwa Isra Mi’raj tersebut, dapat kita ambil hikmah, ilmu manusia memang tinggi, tapi Ilmu Allah-lah Yang Tertinggi. Ilmu kita ini hanya setetes dari samudera Ilmu-nya Allah.

Dibandingkan dengan mempertanyakan sesuatu yang harus dijawab dengan logika, ada baiknya kita berkaca pada peristiwa dahulu, jaman Rasulullah, ketika keajaiban dan mukjizat benar-benar nyata tertulis di Al-Quran.

Kalau kita terus berjalan di tempat yang sama, berpijak semakin dalam dan dalam, maka lambat laun kita akan tenggelam dalam pijakan kita itu, lebih baik kita maju, berjalan menuju tempat yang kita tuju.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on August 1, 2011 by in hikmah, Religy.
%d bloggers like this: