Sundus Mirrotin's Weblog

life is words, just share it! ^^

KKN : This is Sweet Memory

Saya sudah pulang KKN.
Banyak cerita yang ingin disampaikan, keluhnya, kesahnya, kangennya, autisnya, sedihnya, senangnya, bahagianya, membuncahnya.
Tapi hari demi hari rasanya tak bisa saya tuliskan disini. Perasaan itu meluap-luap. Ingin menceritakan ini, itu, banyak sekali.
Hingga suatu ketika perasaan itu semua terangkum di satu malam, malam perpisahan.

Hari itu tepatnya hari Rabu, 1 Februari 2012. Hari dimana ayahku tepat berulang tahun yang ke 45. Pagi harinya saya sempat sedih mengingat hari itu saya tidak bisa bertemu langsung dengan ayah yang sedang berulang tahun. Biasanya oma selalu menelepon ayah, mengucapkan “selamat ulang tahun”. Tapi tahun ini oma sudah tidak bisa mengucapkan itu lagi selamanya. That’s why I was so sad. Saya berfikir tentang bagaimana perasaan ayah. Akhirnya saya memutar balikkan otak untuk mengirimi beliau sepenggal sms ucapan selamat ulang tahun. Ini pertama kalinya saya bertingkah “romantis” terhadap ayah.. Ahahahah dipikir ini sungguh konyol! πŸ˜€

Rabu itu kita sibuk, Butir dan Tika kebagian job cari frame foto buat dikasih ke desa dan pak kades. Gofur, Sela, kg Hendrik cari tau tentang sewa kol bak buat pulang. Ani, Emil sibuk ngeprint LPK. Intinya, saya di rumah. Saya ingin bantu, tapi saya malu untuk bicara. Akhirnya saya hanya menunggu orang2 mulai kesusahan (parah banget yaaa -_- da gimana atuuh maluu). Kebagian juga job buat bungkusin kado hadiah buat bu Iis, pemilik rumah pondokan. Isi hadiahnya adalah satu paket gelas kaca dan teko. Alasannya adalah karena selama KKN ini kita udah mecahin 4 gelas kaca punya bu Iis. Hahaha parah yaa….

Siang pun tiba. Jam 2, waktunya perpisahan dengan para petinggi desa. Yang datang lumayan, sekjen desa, para kadus desa, ketua rw dan rt. Pak kades gak ada, katanya ada urusan mendadak, ada yang sakit. Acara itu sempet bikin saya nangis pas bagian akhir acaranya, doa. Saya pandangin wajah bapak-bapak itu satu per satu. Wajah-wajah inilah yang sering banget saya temui di desa. Banyak sekali membantu kami dalam tugas KKNM. Dan kita gak akan ketemu lagi. Ini pisah udah kayak pisah selamanya sama kakek sendiri. I’, serious :'(. Setelah itu acara diakhiri dengan foto bersama, dan saya menyempatkan untuk mengobrol secara pribadi dengan Bapak Otang, kepala dusun 3, bapak yang selalu saya samperin hampir tiap minggu untuk cari tau informasi tentang dusun 3.

Bapak Otang itu baik bangeeet. Tiap habis wawancara kita selalu dikasih oleh-oleh. Rambutan lah, anggurlah, banyak deh. Sampe sampe pernah juga bapak Otang nemenin kita nungguin hujan di pabrik simping, trus pinjemin payung buat kita (saya dan resti) pulang. So sweeeeeett,, inget aki akuu di tasik.

Lalu maghribnya ada acara liwetan perpisahan di rumah pak Kades. Seruu, jengkolnya. Asyik banget pulang-pulang langsung beradu kentut berbau jengkol πŸ˜€

Seselesainya di rumah pak kades, kita sempatkan acara kesan pesan terakhir. Diawali kg alif, butir, lalu sela, ani, emil, jaka, kg hendrik, gofur, nas, kg fauzi, tya, dirta, resti, dan giliran saya, baru tika. Semua kesan pesan rata-rata sama, minta maaf dan terimakasih.

Namun, nampaknya hanya saya yang adegannya berbeda. Hanya saya yang menangis. Karena saya rasa, saya terlalu punya banyak salah sama teman kkn saya. Saya pun sempat heran saya mendapat award penghuni kkn terdiam. He? Terdiam? Aslinya saya super duper cerewet. Hmm saya pun tak mengerti kenapa ini bisa terjadi? Heu… Saya tuturkan perasaan saya dari mulai awal hingga akhir. Saya senang melihat banyak kejadian asyik di rumah pondokan, tapi saya cuma bingung harus ikut kayak gimana. He..

Acara tukar kado pun tiba. Dengan sistem kocok gelas, saya mendapat hadiah yang bernomor 2. Hadiah dari siapakah? Dari resti…. πŸ˜€ Dan hadiah saya didapat siapakah? Ternyata didapat kang arbi yang sedang gak ada di rumah pondokan karena ada omnya yang meninggal. Setelah dibuka, wah isinya ada 3 items! Gantungan rubics kecil, sisir biru muda, dan tempelan-tempelan kartun momo gtu yang biasa buat di hape.. Seneng? Iyaa πŸ˜€ ^^ Thanks yaa restii..

Lalu acara itu berakhir, dan keesokan harinya saya pulang terpisah dengan kebanyakan penghuni, karena saya dijemput, dan saya mengejar jadwal berobat rutin saya yang sudah tertunda 2 minggu.

Sekarang, setiap bangun pagi, ga ada lagi Ani yang bangunin saya untuk sholat subuh, ga ada lagi Emil sama Sela yang tiap saya sholat subuh masih tergeletak tak berdaya di lapak tidur masing-masing. Ga ada lagi butir yang ngurusin sarapan anak-anak. Ga ada lagi yang teriak-teriak ngetag kamar mandi cuma buat boker doang. Hahahaha lama kelamaan memori KKN itu indah ya. Kali pertama harus satu rumah dengan orang-orang yang belum pernah dikenal sebelumnya. Melakukan tugas bersama-sama. Jauh dari kota, yang kebutuhan selalu tersedia disana.

KKN ini gak akan pernah saya lupakan. Masa-masa sebulan ini bakal selalu jadi kenangan yang manis sepanjang perjalanan hidup saya. Indaah… Masa muda itu indah, jika kita ingin masa ini indah.. Saya dengan segala keterdiaman saya, menyatakan, sangat senang bersahabat dengan kalian semua, penghuni KKNM Desa Sawah Kulon, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Purwakarta.

*buat ncang, iman, didut, jangan nangis yaa kita ga ada disana lagi,, hehehe πŸ˜›

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on February 4, 2012 by in KKN.
%d bloggers like this: