Sundus Mirrotin's Weblog

life is words, just share it! ^^

Ikhlas Akan Kebodohan

Mengingat akhir-akhir ini saya terus galau masalah akademik saya yang menurun, saya jadi teringat ceramah pengajian waktu saya KKN di Sawah Kulon baru-baru ini. Ustadz yang menyampaikan saat itu adalah Ustdz Aep, dan temanya adalah 5 sifat tercela manusia.

Saya hanya ingin konsen pada satu poin mengenai sifat tercela manusia. Poin ini merupakan poin pertama yang beliau bahas. Sumbernya ada, kitab gitu, isinya tulisan bahasa Arab semua, saya gak begitu hafal bagaimana arabnya, dan salah satu sifat tercela manusia yang harus dijauhi adalah :

“Al-Qona’ah bil Jahil”

Saya gak tahu bahasa Arabnya bener atau nggak. Yang pasti artinya, bodo tong dipiara, bodoh itu jangan dipelihara, bahasa bagusnya : Jangan ikhlas dengan kebodohan kita.

Gak semua manusia itu pintar secara akademik. Ada manusia yang mulia dari sisi kedermawanannya, ada juga dari sisi keramahannya, kerajinannya, dan banyak sisi-sisi yang lain. Bisa dikatakan, ada manusia yang pintar, ada juga manusia yang tidak pintar (bodoh). Satu hal yang penting, kalau tahu kita ini bodoh, jangan lekas kita pasrah akan kebodohan kita, begitu kata Ustdz Aep.

Jangan malah berkata, “ah bae lah, da urang mah bodo ieu wajar lah ipk ge leutik” [leutik -> kecil]

Mungkin memang sudah suratan takdir saya tidak bisa menyerap materi kuliah secepat dan setajam teman-teman yang lain. Saya tidak bisa mengingat materi dalam jangka waktu yang lama. Saya pun ketika sedang down karena tidak bisa mengerjakan ujian masih kadang berfikir, “emang dasar gue yang bego sih ya”. Tapi kadang juga jika memandang sisi lainnya, oh ketidakbisaan saya dalam mengerjakan soal ujian bukan karena saya yang bodoh, tapi karena saya yang kurang berusaha.

Nah, nyambung juga loh sama percakapan drama korea di film The Moon that Embraces The Sun. Hehe. Suatu ketika seorang gadis remaja bernama Yeon U pernah menasihati seorang pangeran remaja bernama -lupa-. Mereka sedang berbincang mengenai masalah si pangeran muda tersebut. Pemuda itu terus menyalahkan dirinya dan orang lain tentang masalah dia. Lalu Yeon U menasihati,

Why are you blaming your self? A farmer doesn’t blame that the ground isn’t fertile and a musician doesn’t blame that the instrument. The problem is with the owner, it doesn’t depend on whatever target.

Allah, Melihat dengan sudut yang paling tepat. Bukan dari hasil, tapi dari proses. Sama seperti harga kita di depan Allah, bukan sebanyak apa kita terus beribadah, tapi sebesar apa keyakinan kita ketika melakukan ibadah.

Selama darah muda masih mengalir deras, semangat tidak boleh pernah pudar. Ayoo!!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on February 5, 2012 by in hikmah, just celoteh.
%d bloggers like this: