Sundus Mirrotin's Weblog

life is words, just share it! ^^

Induksi Cinta Coulomb

Ini nulis blog sambil dihujani chat sama temen seperjuangan di BEM. Sebenernya malem ini ngantuk banget, karena kuliah hari ini udah padet juga bobotnya. Trus juga sambil ditemenin mules pengen B*B trus habis diliputi rasa takut tentang maling motor di kosan ini -__-”

Pagi ini kuliah geolistrik jam 8 pagi. Sebenernya semester 5 lalu hampir mau ngambil (sksnya cukup sih) tapi gatau kenapa males aja. Pengen main.

*Eeeeh bentar yaa ke WC dulu.. Gak kuat. ckckckckk…

okay, back to the story..

Jadi dosen kuliah geolistrik ini sedang menceritakan tentang bagaimana sistematika metoda geolistrik itu bekerja. Metode ini tuh kan ceritanya ingin tau gimana struktur bawah permukaan tanah skala dangkal kan ya? Apakah ada air, batu bara, atau bahan tambang. Caranya dengan menginjeksikan arus listrik ke dalam tanah, nanti berdasarkan karakteristik hambat (resistivitas) si lapisan bawah tanah itu, kita bisa tau struktur di bawah tanah tuh kaya gimana.

Mulai dari resistivitas, sang dosen membahas juga konduktivitas (sifat bisa menghantarkan arus), lalu menyambung teruus dan teruuus ke tekanan, pompa, dan sebagainya. Berujunglah pada suatu topik mengenai induksi medan listrik.

Sang dosen menganalogikan induksi itu bagai seorang manusia yang merasa deg-degan kalo ketemu orang yang disukanya -__-. Atau seorang cewe yang deg-degan kalo berjalan di gang sempit di cicaheum di tengah-tengah kerumunan pemuda. Dan anehnya, kenapa Pak Dosen mesti mencontohkan GUE sebagai model cewek itu -___- BIG QUESTION MARK!

Bapak itu bilang (dengan ubahan kata-kata tentunya yaa),

Rasa cinta antara dua insan itu ya bagaikan hukum coulomb. Tau kan rumusnya apa?

Nah, diibaratkan lah Q1 adalah si cowok, Q2 adalah si cewek, r adalah jarak antara cowok dan cewek.

Walaupun mereka berdua sama-sama positif saling menyukai namun belum saling mengungkapkan, ketika mereka bertemu/berbincang dengan jarak yang sangat dekat (kecil), maka akan semakin besarlah gaya gejolak dalam hati yang tumbuh. CIEEEEEEEEEEE…

Apalagi ditambah lagi dengan konstanta k yang berarti lingkungan yang Kondusif -__-“

Akan timbullah induksi cinta antara cowok dan cewek.


Seketika itu pula ketika gue yang duduk paling depan dan masih terkantuk-kantuk, langsung melek dan tertawa. Hahahahaa… Seluruh ruangan juga tertawa.. Baru kali ini analogi geofisika seunik ini! Hahahaaa…

Lalu Sang Dosen menjelaskan lagi,

Coba kenapa karakteristik yang dicari disini resistivitasnya, bukan konduktivitasnya? Karena resistivitas itu kontras. Berbeda dengan lingkungan di sekitarnya, jadi mudah untuk dikenali.

Naaah, sama halnya seperti perempuan (MULAAAI -__-). Mayoritas perempuan pasti sangat pengen tampil beda di lingkungan sekitarnya. Berpakaian mencolok biar dipandang (colok matammmuu). Biar dia kontras di sekelilingnya.

Langsung barisan depan menatap gue. GOD. APA SALAH GUE HAAAH? Kebetulan aja hari ini gue pake kerudung merah, kemeja merah (gak merah2 banget malah), celana hitam, sepatu crocs kuning. Ga ada yang salah kok….

Hampir 3 semester ini baju gue yang itu gak pernah di protes. Tapi kenapa? Kenapa gue lagi yang jadi sasaran barudak geo ketawa2 -_-” Sungguh tidak habis pikir. Wajah gue memang wajah teraniaya..

Cukup sekian. Sssshhhhhh….

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on September 5, 2012 by in Sains.
%d bloggers like this: