Sundus Mirrotin's Weblog

life is words, just share it! ^^

Bahagia itu…. (1)

Kadang, kalo lagi semangat banget, bener-bener pol-polin semangatnya, ditularin ke orang lain lah, ke diri sendiri apalagi. Tapi sekalinya gak semangat, itu sama kayak kucing sekarat. Pikiran mati, otak mati, sampe organ tubuh pun mati, gak gerak-gerak, jadinya bisu, diem, ya mati.

Gitulah ceritanya kalo gak bisa managerial emosi dan perasaan. Grafik hidup itu ya kayak gitu, sinyal sinusoidal. Tau kaan? Taulah pasti. Yang belum tau, kaya gini nih :

Iya, jadinya naik turun gitu. Orang sih banyak bilang hidup itu kayak roda yang berputar. Orang kaya, bisa jadi besoknya miskin. Orang banyak tertawa bisa jadi besoknya sedih dan menangis. Itulah hidup, semuanya gak bisa ditakar. Iya gak sih? Setuju gak sih? Kalo gak setuju, silahkan keluar. Loh? Nggak deng. Hihi becanda. Garing yah? Yaudah gapapa. 😛 <– kenapa sih?!

Oke, back to topic. Memang, kalo bicara dunia, pasti bicara ketidakpastian. Segala hal di dunia ini gak pasti. Trus, gimana caranya kalo kita pengen bahagia selamanya? Huhu. Semua orang kalo ditanya harapan dalam hidup ini apa? Hampir semua manusia jawabnya, pingin hidup bahagia. Trus bahagia itu apa yaa? Hmm.. Ada yang bisa kasih tau? Naah, aku punya cerita duluu, hehe.

Jadi, ini adalah kisah yang aku dapetin dari seseorang. Dan seseorangnya itu dapet dari temannya, dan temannya itu tau kisahnya karena menyaksikan sendiri temannya yang lain mengalaminya -__- ribed. Tapi ini dengan sedikit gubahan alias kelebayan pembawaan cerita tapi tetep gak mengubah makna aslinya.

Ada seorang wanita cantik, enak dipandang, dan untuk level model okelah. Wanita itu sebut saja namanya Bunga. Bunga kalo ditanya harapan hidupnya apa, Bunga jawab ingin hidup bahagia, mapan, dengan suami yang kaya biar semua terpenuhi. Gak muluk-muluk, Bunga pikir itu hal wajar dan masih diterima logika kalo pingin hidup dengan harta yang berkecukupan 🙂 Bener gak sih menurutmu? Hmm okey, tahan dulu.

Suatu waktu, ada seorang pria beristri yang mapaan sekali. Pria tersebut sebut saja namanya Jono. Pak Jono ini mapan banget. Kerjaannya sukses. Karirnya cemerlang, hidupnya mewah deh pokonya. Sudah beristri pula. Namun, masih punya keinginan untuk meminang istri muda (pasti puber kedua ya pak? -_-).

Secara tidak disengaja, Pak Jono berkenalan dengan Bunga. Sekejap melihat paras Bunga yang cantik, terpikatlah Pak Jono. Hatinya berdebar-debar tiap ketemu Bunga. Menurut Pak Jono, Bunga ini bagaikan bidadari yang ditakdirkan untuk bertemu Arjuna tua seperti dirinya (Arjuna? lu pikirrrrrr..)

Pak Jono menunjukkan rasa kesukaannya terhadap Bunga dengan memperlakukan Bunga istimewa. Bunga pun senang-senang saja, karena Bunga mendapat banyaak sekali perlakuan-perlakuan mewah Pak Jono. Bahkan, Bunga berpikir, tak apalah aku menjadi istri keduanya, asalkan hidupku terjamin sejahtera.

Benarlah, kedua makhluk ini akhirnya memutuskan untuk menikah. Bunga yang terpikat dengan segala kecukupan materi Pak Jono, dan Pak Jono yang terpikat dengan paras Bunga. Dan pada akhirnya benarlah juga, Bunga diberinya Pak Jono rumah, mobil, aset-aset, saham, dan lain-lain. Bagi Bunga saat itu, hidup gue sudah sempurna, mapan.

Bagaimanapun, bila awalnya sudah salah, ujungnya pun pasti ada yang tidak beres. Karena bermodalkan paras saja, Bunga semakin lama semakin dinomorduakan. Bunga sudah mulai gelisah sendiri. Dia merasa hidupnya hambar, biasa saja. Monoton.

Sebenarnya apa yang aku cari? Bahagia? Aku padahal sudah banyak uang. Rumah, mobil, perusahaan, semua ada. Tapi kenapa ya? Semua ini terasa seperti… hambar…

Bunga gelisah. Semakin banyak pertanyaan yang muncul di benak Bunga. Hatinya seperti yang tandus, gersang. Harta tidak bisa membuatnya segar.

“Ada yang salah”, batin Bunga. Tak seharusnya bahagia itu seperti ini. Ini bukan bahagia yang aku cari.

Iya, Bunga. Bahagia itu bukan seperti ini……..

Bahagia itu…..

Jelasin gak yaaa? Bukan jelasin sih, tapi share aja. Aku takutnya menggurui.

Di sekip ke postingan selanjutnya boleh yaaa ^^

Mau makan duyuuu

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on September 17, 2012 by in hikmah.
%d bloggers like this: