Sundus Mirrotin's Weblog

life is words, just share it! ^^

Orientasi : Akhirat

Masih ingat dalam ingatan saya tentang adik kelas saya waktu SMA dulu. Waktu itu sedang pemilihan ketua DKM yang baru, juga pelengseran kepengurusan DKM saya dan teman-teman. Dengan pertimbangan dan musyawarah yang sangat panjang, pada akhirnya terpilihlah “dia” sebagai ketua DKM yang baru.

Satu hal yang membuat saya kaget karena baru pertama melihat kejadian seperti ini. Dia, sujud syukur dan langsung menangis. Padahal saya dan teman-teman sudah yang ribut “mencieciekan” ketua DKM yang baru. Kenapa dia menangis? Dia sakit apa?

Oh ternyata bukan itu. Dia menangis bukan karena sakit.

Lalu diberikanlah kesempatan padanya untuk memberi sepatah dua patah kata pertama sebagai ketua DKM yang baru.

Apa coba yang dia sampaikan?

Dia menangis, karena merasa amanah ini begitu berat baginya. Amanah ini bukan soal dia terpilih karena dia yang paling unggul dari segi potensi. Dia takut, akan pertanggungjawabannya di hadapan teman-teman dan juga DIA, Allah SWT.

Subhanallah, saya pun malu

Sebegitunya dia mendalami perannya sebagai manusia. Saya merasa, keyakinan dia sebagai hamba-Nya sangat kuaat. Bagaimana dia benar-benar mendalami sedang apa manusia itu di dunia? Orientasi dia benar-benar tentang akhirat. Saya malu.

 

Satu cerita lagi yang pada dasarnya intinya sama. Berbicara mengenai orientasi.

Kemarin, saya berbincang-bincang dengan salah seorang rekan di BEM yang menjabat sebagai menteri dan juga jam terbang di kaderisasinya lumayan panjang. Kami berbicara mengenai masalah pengkaderan, tidak hanya di BEM FMIPA, BEM Unpad, Geologi, bahkan hingga ke kampus lain. (Ini info dari dia semuaa lohh, saya hanya ikut diskusi aja hehe).

Begitu kompleksnya ternyata pengkaderan di BEM Kema FMIPA Unpad ini. Bahkan kampus lain tidak ada yang sekompleks ini. Tidak semua. Di mata fakultas lain, kader-kader di FMIPA ini kader yang bagus. Karena potensinya diasah dalam 2 tahap. Pengkaderan di jurusan dan di fakultas. Maka itulah yang sebenarnya menjadi keunggulan para kader FMIPA. Tak usah jauh-jauh ke Universitas, karena FMIPA ini sudah cukup menjadi miniatur Kema Unpad.

Lalu kami beralih pada topik, bagaimana dengan para pengkader yang ASAL mengkader? Ada kasus ternyata seorang mahasiswa yang ingin aktif, tapi karena keotoriteran senior, mahasiswa junior tersebut terancam kelulusan pengkaderannya, dan terancam tak dapat aktif di organisasi lain. Bayangkan, bila tidak lulus pengkaderan di tingkat jurusan, mahasiswa tersebut TIDAK DAPAT berorganisasi di tingkat yang lain, artinya SEMUA TINGKATAN.

Itu keji. Karena pada dasarnya mahasiswanya punya keinginan yang besar untuk berorganisasi!

Sampailah kami pada bahasan amanah. Saya berpendapat, sungguh jadi aktivis itu berat. Ketika kita putuskan untuk menerima sebuah jabatan, artinya kita siap untuk bertanggungjawab atas jabatan ini. Apalagi seorang pengkader. Tanggungjawabnya bukan hanya pada mahasiswa yang dikader, senior, dan orang-orang yang terlibat, tapi juga Allah.

Jangan sangka, masalah dunia ini harus selalu terpisah dengan masalah akhirat. Orientasi, pandangan hidup harusnya semua berujung di masa akhirat nanti. Siapkan segala laporan pertanggungjawaban untuk nanti di akhirat.

DIA yang Menilai, dan ingat, Dia tidak pernah tidur. Dia Melihat segala yang kita lakukan dan kita niatkan.

Ini bener-bener CAMBUKAN buat SAYA SENDIRI.

Serem juga ya kalo inget banyak keluhan saya dalam menjalani hidup ini..

Aaaah~

 

Wallahu Alam..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on September 19, 2012 by in hikmah.
%d bloggers like this: