Sundus Mirrotin's Weblog

life is words, just share it! ^^

Talking with a Street Tailor

Satu hal yang saya ingat sewaktu mengikuti seminar pelatihan menulis di auditorium FTG beberapa minggu yang lalu, bahwa untuk menjadi seorang jurnalis, kamu harus gaul, harus pandai bersosialisasi dengan lapisan masyarakat manapun. Untuk saat ini kalimat itu benar-benar masih terekam jelas dalam ingatan saya, hingga benar-benar menjadi caution penting di setiap saya beraktivitas.

Hari Jumat sore kemarin, saya pergi ke bawah. Bawah ini maksudnya saya keluar rumah untuk ke daerah pasar ujung berung. Kenapa dikatakan ke bawah? Mudah, karena rumah saya berada di lapisan tanah yang lebih atas. Tujuan saya ke bawah adalah mencari seorang tukang jahit celana jeans yang baik untuk mengecilkan pinggang jeans saya. Soalnya saya beli celana yang udah enak banget buat dipakai, tapi sayang kelonggaran. Nggak mau cari yang lain, karena jeans lain rata-rata sekarang ketat banget, bener-bener udah kaya telanjang kaki deh…

back to the topic..

Tukang jahit yang saya temui itu sudah cukup tua, beruban. Saya lupa bertanya siapa namanya, tapi lumayan banyak sih percakapan yang terjadi selagi si Bapak menjahit jeans saya. Kebetulan letak tempat jahit si Bapak, persis di seberang gedung Astor, yang dahulu semasa saya SMA, merupakan satu-satunya bioskop yang ada di ujung berung.

Saat itu cuaca agak mendung, dan suasana jalan nggak begitu ramai. Saya duduk di samping bapaknya yang serius mengulik jeans saya. Dengan nggak tanggung-tanggung saya agak rewel takut salah potong kekecilan atau terlalu berantakan. Hehe.

Pada dasarnya Bapak itu yang mulai percakapan duluan.

Beliau bertanya, “rumah dimana neng?”

Saya jawab saja, “dekat dari sini kok, jadi saya memang sengaja keluar rumah demi benerin jeans, hehe”. Agak teriak saya jawabnya karena angin kencang dan angkot pun berisik 😐

Beliau bertanya lagi, “baru pulang sekolah ya neng?”

Duh, Bapak ini, bukannya saya tadi bilang dari rumah yak? Heu “Oooh, ngga Pak, lagi libur. Saya kuliah pak, udah lulus sekolah mah atuh Pak”

“Ooh kirain anak sekolahan neng, dimana kampusnya?” Seneng nih saya dikatain masih muda \:)/

Saya jawab “Unpad, Pak”.

Hmmm melihat raut wajahnya sepertinya Bapaknya nggak begitu tau Unpad. Huhu 😥 Tapi beliau tau STPDN (aduh itu singkatan jaman jebot ya)

Beliau bertanya, “Unpad itu setelah atau sebelum STPDN?”

“Ooooh setelah.” jawab saya. Saya agak kurang sreg untuk bercakap-cakap memang, karena saat itu saya nggak mood aja. (Aneh sih moody-.-)

Kemudian Bapak itu melontarkan pertanyaan lagi “Di Unpad itu yang pernah ada kasus video itu bukan?”

Oalaaaah pikirku ngga ada prestasi yang lebih pantas diinget apa ya tentang Unpad. Langsung aja dengan sok tahu saya jawab,

“Ooooh ARIEL ya Pak?” seinget saya sih kasus pengunggah video mesum itu ya anak sekitar unpad itu lah.

Tapi ternyata……

“Bukan kayanya neng? Video apa itu?” bapaknya ternyata lebih polos. Ternyata yang Bapak maksudkan adalah video “begitu” yang beredar di kalangan anak SMA. Nah loh, kasus ini malah saya yang ngga tahu.

“Neng semester berapa sekarang?”

“Semester 7 Pak”

“Hmm.. semester 7 itu berarti udah berapa taun ya neng?”

“Kurang lebih 3.5 taun lah Pak, hehe.. Doain ya Pak tahun depan lulus…”

“Oh iya neng..”

…… Lalu hening… Ngga ada percakapan. Tepat di belakang Bapaknya itu ada seorang pemuda juga yang ikut berdagang service jam tangan. Kebetulan pemuda itu baru 2 menit yang lalu izin sama bapaknya untuk pamit tutup lapak karena dikira mau hujan. Taunya ada pembeli yang datang dan senanglah dia ngga jadi tutup lapak (dan akhirnya ngga jadi hujan :D)

Lalu saya pandang sekitar saya. Di belakang saya ada toko emas, di depan saya ada jalan raya, dan di seberangnya ada lapak jualan boneka dan gedung Astor.

Mengingat gedung Astor, sungguh lucu. Sewaktu saya SMA, beberapa teman sering nonton disini. Padahal film yang diputar benar-benar sudah ketinggalan jaman dan film “begituan”. Dan sangat ngga lupa waktu teman bercerita kalo bangku bioskopnya udah lapuk dan banyak tikus :s hiiiiii ogah gue mah dateng kesana!

Spontan aja saya tanya, “Pak, itu Astor udah lama banget tutup ya Pak”

“Walaaah itu mah udah lama neng, udah ngga laku.. Lagian filmnya juga film yang disensor semuaa…”

Bapaknya nyengir, dan gue cuma bisa berwajah miris dan getir.

“Hiii serem juga ya Pak kalo filmnya gituan semua.”

“Iya neng, makanya ngga laku, film gituan mah tinggal beli cd nya”

saya langsung pasang wajah “:|” deuh bapak ngarahnya kesana mulu nih…

…. dan tetiba cowo ganteng lewat, dan gue cuma bisa diem (bah! apaan nih intermezzo! hahaha)

…. dan juga senior SMA gue lewat tanpa mengenali gue (padahal gue juga ngga tau dia siapa namanya, yang gue inget, dia dulu anak IPS, anak OSIS, anak Basket, dan suka ngerasa ganteng :|) *hueks

Hmmm setiap kali saya diem, pasti saya berfikir, Bapak ini tekun banget. Dengan mesin jahitnya yang kuno ini beliau rasanya sudah menyelami kehidupan di lapak ini sudah sangat lama. Saya intip simpanan benangnya, sangat banyak. Mungkin hari ini beliau kurang laku berdagang, karena sempat saya tanya, hari ini sepi katanya. Kakinya dengan menggunakan sandal karet asyik mengayun-ngayunkan semacam controller untuk memutar benang. You know lah ya, sulit untuk dijelaskan.

Masih ada ternyata orang seperti ini, yang hidup hanya mengandalkan hasil dari menjahit celana orang lain. Aku, kadang malu kerjaannya cuma cukup sampai prihatin tanpa ada kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa ini.

Bersyukur sebenarnya Astor telah tiada, karena film-film yang diputar hanya merusak mental dan jiwa generasi muda. Tapi sayang malah muncul BTC 😐

Semoga Bapak dan Pemuda disampingnya dagangannya terus laku, terus bahagia dalam menjalani hidup, dan selalu jujur dalam berniaga… Yang insya Allah akang diberkahi rezeki lebih nantinya.. Aamiin..

Dikarenakan jeans sudah selesai, saya pun berpamitan, “Makasih ya Pak, nanti kalo ketemu ngobrol-ngobrol lagi”

“Siap neng…”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on November 18, 2012 by in hikmah, just celoteh.
%d bloggers like this: