Sundus Mirrotin's Weblog

life is words, just share it! ^^

Menulis Buku Harian = Blogging

Beberapa hari yang lalu, angkatan kami digemparkan oleh suatu curahan seorang adik angkatan mengenai suatu hal, tentunya yang tidak mengenakan.

Saya, jadi teringat mungkin setahun yang lalu, pernah mengalami hal yang sama, di posisi yang sama, tapi yang berbeda adalah pengambilan tindakannya. Saya, tidak lantas menyimpulkan kesalahan seseorang digeneralisasi menjadi kesalahan satu komunitas. Tidak, mungkin itu putusan yang bodoh.

Yah, mungkin, bertindak sebagai asisten banyak permainan hati disana. Bukan masalah hati yang indah-indah. Misalnya, praktikan telat, nggak sampai hati langsung dikeluarkan, keputusannya praktikan boleh masuk dengan catatan laporan tulis tangan. Tapi, naasnya, beberapa asisten mengambil langkah yang lebih tegas dibandingkan langkah saya. Saya akui, saya masih belum bisa profesional.

Kalau boleh cerita pun, sangat banyak masalah yang benar-benar sampai membatin ketika jadi asisten. Nggak perlu lah mungkin dijelaskan, karena nyatanya semua orang bisa menilai dirinya sendiri. Saya yakin itu, ketika kamu salah, pada dasarnya hati kecil kamu akan diam-diam mengakuinya. Sama halnya ketika saya mengasisteni Student Project yang basic nya bukan dari peminatan saya, sebut sajalah tentang mikrokontroler. Saya dengan terang-terangan mengaku, saya tidak mengerti mikrokontroler karena tidak pernah mengambil mata kuliah tentang itu. Tapi setidaknya saya tahu sedikit karena dulu pernah minjam robotnya kang Arif C dan diajari sedikit tentang mikrokontroler walaupun udah banyak yang lupa, dan setidaknya juga saya tahu tentang IC, kemudian beberapa modul di Praktikum Elektronika dulu.

Apa salahnya sih mengakui kalo kita salah? Nggak perlu saling ngotot, mencari aman? Saya pernah melakukan satu kesalahan juga ketika di eksper dulu, telat beberapa menit. Yah, tapi diakui memang dulu sistemnya belum rapi. Tapi tidak perlu lah menyimpulkan sesuatu hanya berdasarkan satu sampel. Toh tiap masing-masing individu punya kapasitas yang berbeda.

Ada satu hal mungkin yang mengganjal. Saya jadi risih, karena permasalahan ini mencuat karena curahan hati di blo,g, saya pun jadi merasa risih. Because I’m a blogger. Saya sudah dididik sejak kecil dahulu untuk menuliskan kejadian setiap harinya di buku diary. Lalu ketika jaman sudah berkembang, buku diary ini telah menjelma menjadi sebuah weblog.

Mungkin, yang perlu digarisbawahi adalah, bukan tentang kesalahan dia karena curhat di blog, tapi fokuslah pada apa-apa yang disampaikan di blog, kan?

Ada pendapat?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on December 23, 2012 by in hikmah, just celoteh.
%d bloggers like this: