Sundus Mirrotin's Weblog

life is words, just share it! ^^

Liburan Produktif

Alhamdulillah, hari ini terasa capek, walau sebenarnya nggak ngapa-ngapain… :s

Pagi ini seperti biasa, liburan semester ini saya berganti status menjadi seorang asisten rumah tangga. Membantu menyiapkan 4 adik sekolah. Sekitar jam 8 pagi saya baru beres membantu Ibu, Apa’, dan adik-kakak mahasiswa lainnya yang sedang Kerja Praktek di rumah sendiri sebagai asisten rumah tangga.

Setelah itu, seperti biasa pula, saya kebagian nyuci dan setrika pakaian, sementara Ibu kebagian urusan dapur. Aaaah saya agak terbiasa nyuci dengan nyikat semenjak ngekos di Jatinangor, heheh.

Lalu, seperti yang telah dijanjikan oleh kedua teman kuliah saya, saya harus berangkat dari rumah menuju PSG alias Pusat Survey Geologi. Janjian jam setengah 1 di Museum Geologi.

Sejak tadi pagi, hujan turun dengan labilnya. Seperti lagi mencret. Crat crot crat crot, sebentar turun sebentar berhenti. Sebentar banyak sebentar sedikit. Dengan galaunya hujan, saya pun jadi galau, apa saya pergi mengendarai motor atau tidak. Saya imajinasikan seandainya nanti hujan lebat, motor mogok dan saya nggak bisa pulang, nggak bisa makan, kedinginan, nangis, nggak punya uang, mati kelaparan-kedinginan. Lalu saya imajinasikan lagi, tapi kalo cerah kan pulang-perginya cepet, nggak akan nyasar dengan boros duit angkot, bisa mampir sana-sini.

Lalu tiba-tiba cerah, dan saya langsung bergegas nge-whatsapp teman saya yang naik damri dari Jatinangor (ceritanya saya nih udah gaul main whatsapp, hahaha).

Saya : ** posisi dimans? Berapa lama lagi sampe museum? Disana hujan gak? Cerah atau agak mendung? Macet gak?

Dia : baru keluar tol nih, maceeet kira-kira sejam lagi nyampe sana. Nggak hujan, panas banget malahan.

Yap, saya sms dia jam setengah 1. Padahal kita janjian jam segitu. Bahahhaa, contoooh orang Indonesia yang gak tau malu niiih. Iyaaa saya masih ada masalah dengan ke-ngaretan sayaaa T.T

Berangkatlah saya dengan ojeg karena imajinasi tentang hujan lebatlah yang paling mendominasi pikiran saya.

Naik ojeg sampai depan SMAN 24, sekaligus mengobati rasa kangen, selama ini saya nggak pernah liat gedung ini :’).

Lalu nyebrang. Lalu naik angkot pink.

Nah, di angkot pink ini di Caheum, ada seorang anak SD perempuan datang, masuk ke angkot. Duduk di sebelah saya. Kebetulan saya duduk di sebelah kiri supir paaaaling pojok. Ketika saya whatsappan dengan teman-teman, saya nggak sengaja noleh ke arah anak SD ini, dan mengamati rambutnya. Waah, lurus, “pirang” (kepanasan kali ya -_-), dikuncir tinggi.

Sekilas memang bagus, tipis tipis gitu. Setelah saya amati lebih dekat.

Wah, kok lisa nya banyaaaaak. Pengen saya pitesin satu persatu rasanya. Saya amati lebih dalam lagi. ADA KUTUNYAAAAAAAA. Dengan santai si KUTU jalan minggir kayak kepiting di rambut dia. Aduh aduh aduh geregetan pengen diambil, trus saya matiin itu kutunya. Tapi angkotnya lagi penuh, kasian anak SD nya takut malu banyak kutunya. Dengan nggak sabaran akhirnya di depan saya ada penumpang yang bilang “kiri!”. Pas saya lihat, nah ini memang tempat dimana saya seharusnya turun. Oke, finally saya turun. Semoga kutunya nggak loncat ke saya. Untung saya pakai kerudung -_- Huuuuuuuft..

Naik lagi saya di angkot yang kedua, Caheum-Ledeng, dan langsung turun di Museum Geologi, berencana untuk ke PSG. Gampang sebenernya, asalkan ada kenalan disana, langsung ngobrol-ngobrol aja dengan bapaknya. Hal yang bikin kaget kami adalah, ternyata disana kami bertemu dengan Pak Edi, dosen kami. Waaaah beliau sedang sibuk menulis jurnal katanya, hehe.. Yaah lumayanlah dengan kehadiran Pak Edi disana, PSG jadi tidak terasa asing lagi bagi kami.

Selanjutnya, Senin depan kami akan memulai hari baru disana. Walaupun tidak sefantastis KP nya punya orang lain yang di perusahaan mana mana dan mana, tapi setidaknya ada secercah harapan ilmu bagi saya.

Harapan terbesar saya saat ini, ingin sekali mengembangkan potensi geotermal di Indonesia ini. Ingin sekali menyadarkan bahwa dibanding Jepang, Australia, negara-negara Eropa, Indonesia ini lebih kaya dari segi potensi sumber daya alam. Kekurangannya cuma satu, sumber daya manusia, yang mau dan yakin bisa mengembangkan negeri sendiri, dengan tangan anak negeri ini. Ayo, bersama-sama yakinkan pada diri, bahwa kita bisa bila kita mau! 😀

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on January 16, 2013 by in just celoteh.
%d bloggers like this: