Sundus Mirrotin's Weblog

life is words, just share it! ^^

Sakit Adalah Teguran

Akhir-akhir ini jadi kurang produktif lagi menulis. Alasannya sih simpel, lagi sakit. Tapi sedihnya sakitnya ngga elit. Katanya sih cuma masuk angin aja, tapi penjalaran sakitnya tuh bener-bener deh. Kepala saya yang sebelah kanan super duper kepengen dibelah kayanya! Saya sampe subuh-subuh kebangun terus nangis sendiri karena ngga tahan sakitnya.

Eh, ini beneran cuma masuk angin kan? I hope so.. Dan saat ini saya menulis setelah seharian kemarin istirahat total pulihkan kesehatan. Saya sempatkan hari ini menyelesaikan proposal UP yang ngga kunjung kelar karena pengen perfect -_- Tapi anehnya lagi, ketika saya mikir keras, kepala saya migrain lagi. Ya Allah kenapa…

Pagi tadi saya bebersih, mandi, makan, menyegarkan diri setelah 2 hari tidur terus karena sakit tadi. Lalu saya ngga sengaja nonton acara gosip. Ya mau nonton apalagi sih, acaranya ya itu itu aja, hehe.

Tapi menarik, saya menyimak seorang kepala UPT tahanan sel BNN menjelaskan mengenai Raffi Ahmad yang kerjaan di selnya ya gitu gitu aja. Dia menjelaskan :

Ya yang namanya seorang penyalahguna narkotika kan berarti dia telah melakukan sebuah penyimpangan aturan. Nah, gunanya seorang penyalahguna dipaksa untuk menjalani rutinitas di asrama ini kan agar hidupnya kembali teratur lagi. Artinya dia kembali menyadari bahwa yang kemarin itu adalah penyimpangan, dan sekarang kita coba arahkan agar hidupnya sesuai lagi dengan yang seharusnya. Bangun pagi, kemudian ibadah pagi, lalu bersama-sama teman lainnya membersihkan dormitory nya, lalu adakan pre-morning meeting, selanjutnya morning meeting. Jadi akan ada sangat banyak pendekatan disana, agar si penyalahguna bisa selalu dikontrol. Kalo nggak mau diatur seperti aturan yang berlaku di asrama, ya akan diberi punishment.

Wah, ternyata seperti itu ya, hidup berada dalam sel. Si tahanan ‘dipaksa’ harus mengikuti aturan yang ada. Ada juga hukuman bagi mereka yang ngga mau ngikutin aturan.

Hmm sepertinya sistem kehidupan kecil di asrama itu merupakan analogi kecil dari hidup di dunia ini, bukan?

Ketika kita berada dalam sebuah ruang lingkup kehidupan, pasti ada aturan yang diberlakukan ya? Aturan ini bila tidak dijalani maka akan turunlah sebuah hukuman bagi mereka yang melanggar. Aturan dibuat untuk apa sih? Ya agar kita hidup selalu berjalan di jalur yang seharusnya ya?

‘Seharusnya’ menurut siapa nih? Menurut yang membuat ruang lingkup kehidupan ini dong, iya nggak?

Saya sedang mencoba menengok kehidupan saya akhir-akhir ini. Saya sering telat makan, dan terlalu ambisius dalam mengejar sesuatu, yang membuat badan saya yang tidak diberi cukup asupan terlalu lelah mengikuti kemauan saya yang terlalu ingin cepat dapet. Alhasil, hukuman yang diberikan adalah sakit, yang pasti hukuman ini yang ngasih adalah Dia, yang membuat aturan bahwa hidup jangan terlalu didasari oleh nafsu lah..

Iya, renungan saya ketika sakit ya ini, hidup jangan dibawa ambisius. Allah sudah bikin alur yang terbaik kok bagi hamba-Nya. Makanya jangan khawatir untuk gagal karena Allah adalah Pembuat skenario hidup terbaik , jalani dengan ikhlas dan meluruskan niat, tujuan kita apa sih hidup disini? 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on February 26, 2013 by in hikmah.
%d bloggers like this: