Sundus Mirrotin's Weblog

life is words, just share it! ^^

Labil Itu Pilihan

Akhir-akhir ini lagi teringat masa-masa gue labil dulu

Menurut pengalaman gue, kadang yang namanya orang labil itu ada yang labil : cara berpikirnya atau cara menyampaikannya. Bisa jadi apa yg dipikirkannya bener, tapi cara menyampaikannya kurang dewasa, atau sebaliknya.

Nah, biasanya remaja SMP dan SMA labilnya 2 hal itu. Contohnya, beberapa dari kita dulu mungkin suka merasa diperlakukan tidak seistimewa sodara sodara kandung yang lainnya, akibatnya perlakuan kita terhadap orang lain jadi berbeda, jadi selalu cari-cari perhatian, manja, atau bahkan jadi suka sensitif nggak jelas.

Sementara mahasiswa mostly sih hal kedua aja tapi ga jarang juga dua duanya. Kadang pikiran dia kritis, kenapa sih ini mesti kayak gini, kenapa ini ga kaya gini aja, gue kan pengennya keputusannya sesuai sama yang gue pengenin, ko dia malah mutusin gitu, ah ga suka. Lalu ketika cara berpikirnya yang belum dewasa ini masih diikuti dengan cara penyampaiannya yang belum dewasa juga, dia katakanlah pada orang umum bahwa : gue ga suka keputusan ini, apaan sih ga jelas. Ini yang bahaya, dan ini terjadi pada kehidupan gue di masa lalu.

Seorang yang pikirannya labil, dia akan selalu berpikir dari cara pandangnya saja, dan menganggap cara pandang yang lain itu adalah sudut pandang negatif yang ga perlu didengar. Orang labil semacam ini memang susah untuk besar hati menerima masukan dari sudut pandang yang berbeda. Dia bisa jadi akan jera bila dihadapi dengan orang labil lainnya yang sudut pandangnya berbeda dengan dia.

Tapi, bagaimanapun waktu dan pengalaman sih yang biasanya menjadikan seseorang lama-lama jadi ga labil lagi haha. Dukungan teman2 dan senior2 di lingkungan kita juga pastinya *you know lah masa2 gue dulu. Suatu saat lo bakal berterimakasih kok pada senior2 kehidupan yang pernah menasehati lo.

Seperti sebuah saying yang terkenal : “Tua itu pasti, sedangkan dewasa itu pilihan.”

Tapi sih menurut gue, gue masih ada sisa sisa masa pelabilan, karena ini tuh sangat didukung dengan merajalelanya medsos2 untuk ‘nyampah’ (yap, kadang beraspirasipun bisa dikatakan nyampah).

Well, wallahualam sih saling mengingatkan dan saling berbesar hati untuk menerima masukan aja 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on June 3, 2013 by in hikmah, just celoteh.
%d bloggers like this: