Sundus Mirrotin's Weblog

life is words, just share it! ^^

Artikel bagi yang sudah 20 tahun keatas

Judulnya ambigu yah? Maap, ngga tau lagi cari judul apa soalnya.. ;p

Lucu banget, saat buka salah satu alamat surel, dan biasanya tersedia beberapa artikel menarik sebelum kita bisa masuk ke dalam kotak surel. Satu judul yang cukup menarik untuk dibaca di umur seperti sekarang ini, kepala dua, (belakangnya masih 0 loh)

Pacaran Islami, kata-kata itu yang tertera di setengah judulnya, tergelitik ingin membaca, dibukalah penuh penuh artikel tersebut, dan saya membaca sambil tersenyam senyum, oh begini toh.

Jenis artikelnya itu tanya jawab, jadi ada pembaca yang ingin bertanya pada ahli agama, sejauh mana sih taaruf sebelum menikah dalam Islam itu? Dan bagaimana sebenarnya konsep pacaran Islami agar kita bisa yakin bahwa dia adalah pengisi separuh dien saya…

Taaruf dalam bahasa Arab artinya mengenal, tapi khalayak sekarang lebih sering mengait-ngaitkan kata ta’aruf ini ke dalam urusan percintaan. Saya pribadi, sepakat dan sepaham bahwa dalam Islam tidak ada konsep pacaran Islami. Entah sih darimana istilah dan definisi pacaran itu berasal, namun sepertinya pacaran jaman sekarang mengandung arti, jalinan cinta yang belum halal. Bila belum halal, artinya masih banyak debu-debu dosa yang secara tidak sadar dilakukan, bahkan sekarang banyak yang sadar namun pura-pura amnesia, atau sudah tahu tapi berkilah dengan alibi pemakluman. Yang sering jadi alibi adalah, “kan saya ngga tahu dia jodoh saya yang sebenernya apa bukan, jadi ya coba jalanin pacaran dulu”.

Ternyata, Islam perhatian sama masalah hati sekecil ini. Lalu Islam membuat sistem taaruf. Saya jadi ingat, ayah dan ibu saya menikah sepanjang waku yang lama ini, tanpa melewati proses pacaran, paman-paman saya pun begitu. Yang saya tahu, contohnya nih, paman saya laki-laki dan dia telah siap menikah. Dia hanya minta pada walinya untuk dicarikan jodoh, lalu ditawarkannya lah seorang wanita kenalan walinya tersebut. Awal mulanya paman saya ini hanya mengenal si wanita dalam bingkaian cerita bahwa dia begini, bahwa dia begitu. Lalu Allah Tumbuhkan perasaan ketertarikan, dan akhirnya si paman saya ini minta langsung lamaran. Dalam lamaran, yang terjadi hanya silaturahim keluarga pria dan wanita. Dan si pria pun hanya diperbolehkan melihat saja, tidak disentuh sentuh, jalan berdua, mojok, apalagi dicoba. Dan akhirnya sepakatlah terjadi pernikahan atas persetujuan kedua belah pihak.

Dalam artikel yang saya baca, ternyata taaruf itu memiliki beberapa kaidah yang mesti dipenuhi, yaitu :

1. Niat ingin menikahi (si pria mesti punya niat dulu dia beneran mau nikah apa cuma mau coba-coba, buat wanita kok coba-coba..)

2. Tidak harus seizin wanita (dalam hal taaruf, biasanya seorang wanita akan berdandan bila ada pria yang akan mengunjungi rumahnya. Iya gitu ya? Yaa, ini mungkin dimaksudkan agar si wanita dapat dilihat dalam keadaan tampilan yang alami, tidak sengaja dibuat-buat indah)

3. Sebatas wajah dan kedua tangan hingga pergelangan (mengenal bukan berarti kenal rambutnya bagus, pahanya, apanya.. secara fisik yang boleh dilihat cuma wajah dan tangan. Menurut saya sih, taaruf sebenarnya dikhususkan pada karakter kedua belah pihak, apa mereka berdua siap menanggung pahit manis bahtera kehidupan bersama-sama? #tsssah)

4. Tidak boleh menyentuh (udah jelas, belum muhrim.)

5. Melihat berulang-ulang (takutnya pertemuan pertama wanitanya ngga jelas keliatan, atau mata prianya lagi kurang fokus karena deg degan, ngga papa ketemu berulang-ulang, tapi bukan berduaan)

6. Tidak boleh berduaan (jelas kali yaa)

7. Mengirim utusan untuk melihat (hmm biar lebih mantap, boleh mengirim utusan untuk melihat sang calon seperti apa, jikalau sang calon punya aib atau cacat. kan ngga enak kalo dibicarain pas pertemuan langsung. Lagian, ngga ada manusia yang sempurna kok walau setiap manusia ingin dapat yang sempurna di hatinya #eaa)

Ya segitu aja artikelnya, yang terpenting sih jangan penuh-penuhin hidup kita sama maksiat (pacaran itu kan maksiat, tapi banyak orang yang pura-pura lupa sama kemaksiatan yang enak kayak gini). Insya Allah kalo udah waktunya, dan Allah sudah Menghendaki, pasti Ratna dan Galih akan bertemu, Romeo dan Juliert juga, Sundus dan … jua.. yeaa mudah-mudahan artikel ini mencerahkan… 🙂

 

source

Advertisements

3 comments on “Artikel bagi yang sudah 20 tahun keatas

  1. yahdiniqornin
    July 25, 2013

    Reblogged this on yahdini qornin and commented:
    Mungkin ini tata cara taaruf yang sesuai sama syariat islam..

  2. yahdiniqornin
    July 25, 2013

    Reblogged this on yahdini qornin and commented:
    Mungkin ini tata cara taaruf yang sesuai sama syariat islam..

    • sundusmirrotin
      July 27, 2013

      mungkin nin 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on July 22, 2013 by in hikmah, love, Religy.
%d bloggers like this: