Sundus Mirrotin's Weblog

life is words, just share it! ^^

Sedikit Berbagi Mengenai Kegiatan Pemuda Islami

Alhamdulillah, serunya bermain sambil belajar islam 😀

Kebetulan sekali kemarin baru aja ngadain kegiatan bareng anak-anak SMA. Judulnya sih liburan, tapi dikemas dengan hal-hal seru. Ceritanya nih, saya ikut aktif bergabung di komunitas anak muda berbasis islami, Yabis Youth. Sesuai namanya, kami semua anak-anak yang berjiwa youth. Maka kegiatan belajar Islam apapun akan disesuaikan dengan pengemasan se-asyik mungkin. Hohoho…

Topik utama yang kemarin kami angkat adalah mengenai hari akhir/hari kematian. Berangkat dari maraknya hal-hal negatif yang banyak dilakukan remaja sekarang seusia anak SMA, kami, Yabis Youth, merasa khawatir hal itu akan terjadi di lingkungan sekitar kami. Pemuda itu kan orang yang enerjik, aktif, kreatif, senang mencoba hal baru, full of passion. Bakal sayang banget kalo kegiatan yang dilakuin cuma sekedar bermain game, bermalas-malasan di kamar, sekedar hang out ke mall, atau bahkan terlalu fokus belajar. Apalagi, sebagai pemuda berjiwa muslim, seharusnya lebih unggul lagi ya kan? Kenapa? Karena muslim itu berjiwa kuat! Mau bukti? Coba kita baca yuk hadits ini :

Abu Bakr Bin Abu Syaibah dan Ibnu Numair telah mengabarkan kepada kami, keduanya mengatakan, ‘Abdullah bin Idris telah mengabarkan kepada kami dari Robi’ah bin Utsman dari Muhammad bin Yahya bin Habban dari Al A’roj dari Abu Huroiroh Rodhiyallahu ‘anhu, Dia mengatakan, ‘RosulullahShallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda’,

“Mukmin yang kuat itu lebih baik dan lebih dicintai Allah dari pada mukmin yang lemah, (namun) pada keduanya ada kebaikan. Besemangatlah (mengerjakan/terhadap) hal-hal yang bermafaat bagimu, meminta tolonglah kepada Allah dan jangan malas. Jika sesuatu (yang buruk) menimpa dirimu maka janganlah katakan ‘seandainya aku tadi melakukan ini dan itu’tetapi katakanlah Qodarullah (ini adalah takdir Allah) dan apa yang dikehendakinya pasti terlaksana. Karena jika engkau mengatakan ‘seandainya’ maka engkau akan membuka jalan bagi amalan syaithon”

(HR. Muslim no. 2664)

Ngga salah lagi, Allah akan LEBIH Mencintai mukmin (orang yang beriman) yang bergerak, hidupnya dinamis, bermanfaat bagi orang lain dan bukan hanya untuk diri sendiri. Kan ada tuh ya sebagian orang yang menganggap, ibadah mah masalah privasi dan cukup dilakukan untuk dan oleh diri sendiri. Padahal, ibadah itu kan bukan hanya sebatas ritual (sholat, zakat, puasa, dsb), tapi bagaimana membangun sebuah kehidupan yang sistemnya benar dan sesuai harapannya Allah #tjiee 🙂

Nah, balik lagi ke kegiatan kemarin, kami ingin coba yuk bareng-bareng hidup teh jangan sebatas aktivitas rutin aja, berkegiatan monoton tanpa arah mau ngapain. Hehe. Contoh kasusnya : “aduh saya teh banyak tugas kuliah, udah gitu skripsi saya belum kelar-kelar”, dan masa gara-gara hal itu kerjaan kita cuma bangun pagi, sholat, sarapan, depan laptop nulis skripsi sampe malam, tidur, dan begitu terus selanjutnya? Sebenarnya apa yang mau dikejar? Cepat lulus lalu cari kerjakah? Memangnya kerjanya untuk nyari apa? Untuk mendapat uang dan hidup layak kah? Lalu hidup layaknya untuk apa ya? Peran meraih “cinta Allah”nya dimana? #aduhinipertanyaanbuatsayabanget-.-

Iya, jadi kemarin juga saya ikut-ikutan tersadar, ternyata mengambil orientasi dalam melangkah di kehidupan ini penting banget. Kalo orientasinya cuma agar hidup bahagia, ya memang bisa jadi hidup bahagianya bisa saja terkabulkan, tapi bagaimana dengan investasi akhiratnya ya? Padahal semua manusia ini udah pasti akan mengalami kematian 😦 Sumber shahihnya banyak loh, QS : 3 : 185 | QS : 21 : 35 | QS : 29 : 57. Contonya kayak yang ada di QS : Al Anbiyaa (21) : 35 yang bunyinya :

Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan. Dan kamu akan dikembalikan hanya kepada Kami.

Subhaanallaah, bahkan Allah udah ngasih bocoran bahwa manusia itu hidupnya terbatas, yang kekal mah setelahnya~ Satu-satunya cara supaya hidup kita bermanfaat, ya dengan selalu mengingat mati~ Itulah latar belakang kami mengangkat topik mengenai hari akhir/kematian, karena harapannya pemuda sekarang lebih banyak mengingat jadwal matinya kapan, sehingga kehidupannya akan terus dipake yang berguna~ aamiin..

Konsep acaranya katanya sih seru hihihi, jadi kita ngadain acaranya nginep nih di vila kecil-kecilan di sekitar jatinangor. Pagi-pagi seperti biasa ngadain race game kayak Running Man gitu~ Seru deeeh seru banget. Udah gitu masak bareng, sampai pada bedah film. Filmnya pun nggak sembarangan, yaitu film yang mengisahkan seorang remaja di sekitar kawasan Timur Tengah gitu yang suka males-malesan kalo disuruh sholat. Udah disuruh sholat sama ayahnya malah ketiduran selama 2 menit lebih sedikit. Ternyata eh ternyata, dalam mimpinya yang hanya sekejap itu, ia bermimpi didatangi malaikat maut, masuk ke alam kubur, hingga disiksa karena sering melalaikan sholat, na’udzubillah 😦 Bahkan orang yang suka meninggalkan sholat, diumpamakan seperti anjing, di mimpinya dia melihat jenazah dirinya sendiri ternyata anjing. 😦 Lalu dia disiksa 😦 Dalam bedah film tersebut, kita semacam diingatkan dengan keras, hidup teh jangan main-main! Ya, waktu ngga bisa diputer balik, sekalinya disia-siain silahkan tanggung sendiri akibatnya~

Setelah bedah film, ini baru seru, simulasi alam kubur~ Disana kita mencoba mensimulasikan bagaimana pertanyaan di alam kubur itu yang begitu kerasnya dan butuh jawaban tegas. Dengan mata tertutup, seluruh ruang gelap gulita hanya ada cahaya lilin di beberapa sudut kamar, ditambah suasana dramatis dari petir dan hujan besar, satu persatu peserta diminta mengikuti tali rapia yang diraba oleh kakinya sendiri (mata tertutup loh ini), yang menggambarkan, nanti disana itu kita tanggungjawabnya sendiri-sendiri, yang akan nuntun kita hanya amal selama di dunia, maka harus dipersiapkan dari sekarang amal-amal penuntun ini…

Dan setelah itu, barulah kami melakukan kegiatan FGD (Forum Group Discussion) dengan membahas ayat-ayat Allah yang super duper menggugah~ Mentoring itu ngga cuma mesti dilakuin di mesjid kan? Untuk menjadi muslim yang benar, kita mesti punya panduan yang benar, Al-Quran lah panduannya, dan ngga aneh ko anak muda belajar Islam kayak gini. Justru beginilah seharusnya 🙂

Overall sih seru pengemasan acaranya katanya, ditambah paginya ada tafakur alam ke gunung geulis 🙂 dan saya nagih banget juga ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini walau konsepnya bikin saya puyeng berhari-hari hoho…

Yah, guys, jadi muslim tuh ngga harus terkungkung di masjid-masjid kok, kita buat aja lingkungan bermain sekitar kita menjadi masjid dinamis~ Inti dari definisi masjid kan tempat orang beribadah, menimba ilmu, dan itu bisa dimana saja 🙂

Wahai hamba ALLAH, dahulukanlah urusan akhirat daripada urusan dunia pasti kamu mendapatkan kebahagiaan dari keduanya. Tapi apabila dunia yang lebih kamu pentingkan daripada akhirat niscaya kamu akan merugi semuanya, siksa selalu menantinya.

Apabila kehidupan akhirat lebih kamu utamakan dan lebih kamu pentingkan, maka semua urusanmu didunia ini akan selalu menjadi baik. Kamu akan hidup senang didunia, dan di akhiratmu nanti hidupmu menjadi senang. Tapi apabila kehidupan dunia lebih kamu pentingkan maka sudah barang tentu kamu akan tersiksa tatkala hidup didunia. Kamu tidak akan menemukan kesenangan. Kamu akan selalu merasa kurang, tamak atau rakus. Sebab selalu tidak merasa puas terhadap yang kamu peroleh. Dan di akhirat nanti kamu akan memperoleh siksa yang sangat pedih disebabkan usahamu waktu didunia kau dapatkan dari usaha haram dan selalu menyia-nyiakan kehidupan akhirat.

(Syaikh Abdul Qadir Jailani)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on December 29, 2013 by in Uncategorized.
%d bloggers like this: