Sundus Mirrotin's Weblog

life is words, just share it! ^^

Tentang Mengapresiasi Diri

Sepertinya ini tulisan pertama saya sejak 2014. Jadi semakin terbebani ingin memulai tahun ini dengan tulisan seperti apa. Rasanya terlalu lebaykah untuk bilang bahwa tulisan pertama itu menunjukkan resolusi di tahun masehi yang baru? Hmm bagiku, ya, begitu.

Semakin bertambah usia bumi ini berputar pada porosnya, berputar mengelilingi matahari, semakin bertambah jua usiaku, rasanya, pemahamanku untuk mempertimbangkan sesuatu pun sedikit berubah? Saya rasa alhamdulillah, cara berfikir saya tidak lagi kekanak-kanakan, malu lah sama umur 21 😀

Alhamdulillah, ngga berhenti banget buat bersyukur sama apa yang terjadi selama ini. Pahit manis kehidupan yang telah saya jalani fufufuuuu 🙂

2009 hingga 2013 dilalui dengan luar biasa di lingkungan kampus tercinta. Banyak menebar cinta, menjalin kasih sayang, menumbuhkan rasa persaudaraan, senang bila ingat masa masa kuliah 🙂

Alhamdulillah lagi, 2014 ini diawali dengan status baru sebagai worker 🙂 Walaupun sih, walaupun, belum semuanya yang dijalani sesuai dengan rencana. Dulu, berencana ingin bekerja di salah satu perusahaan migas  terkenal. Lambat laun, karena peluang sangat kecil, mulai berfikir keras akan diisi dengan kegiatan apa hidupku ini? Dan ya, akuntansi, saya terjatuh dengan manisnya di bidang yang satu ini.

Belajar dari nol, semua dari nol. Saya lupa apa itu debet dan kredit (suka kebalik maksudnya), saya ngga tahu invoice itu tadinya apa, saya bingung bikin neraca dagang itu bagaimana, saya gelagapan ditanya para tenaga ahli soal keuangan, saya blank dengan segala hal berbau proyek, tapi alhamdulillah, ilmu Allah yang luas ini lambat laun saya makan dengan nikmatnya, nyamnyamnyam… Apapun, Allah yang Melancarkannyaa 🙂

Disaat yang bersamaan pula berkenalan dengan si akuntansi ini, saya, sejujurnya masih tak henti mengalirkan doa, ya Allah sekiranya saya boleh memohon, saya ingin mencoba pekerjaan yang benar-benar saya minati, yang sesuai dengan apa yang telah saya kerjakan selama 4 tahun kuliah mengejar gelar sarjana, sesuai dengan genre Tugas Akhir saya…

Skenario Allah yang indah ini, tiba-tiba terwujud begitu saja 🙂 Singkat cerita, ini benar-benar terwujud 🙂 Ya, walaupun bukan sebagai pekerja tetap, tapi ya saya senang sekali tiada tara bahwa setidaknya ilmu yang saya gali selama menyelesaikan tugas akhir saya kemarin itu terpakai sekali. Alhamdulillah ya Allah, alhamdulillah…

Ada hal lucu, karena pekerjaan saya yang ini terkait bayaran, saking senangnya karena tugas akhir saya bisa bermanfaat, saya sampai sok iye banget menawar harga murah. Pikir saya kala itu, ah berapapun bayarannya saya jabanin dah, yang penting TA saya terpakai, bermanfaat, dan entahlah saya cuma berfikir saat itu saya cuma senang dibutuhin sama orang lain gara-gara TA saya 😀

Setelah dikerjakan lambat laun dan diceramahi sana sini, saya jadi berfikir dua kali. Ilmu yang selama ini saya pelajari ini ngga boleh dibayar semurah ini. Saya harus ingat bahwa saya pernah nangis-nangis ke kaprodi karena ngga bisa nge-running programnya dan ditinggal pergi sana sini sama dosbing hehe. Saya pernah begadang bener-bener begadang bersama kakak senior di rumahnya demi mempelajari flowchart program. Saya pernah mengganggu malam tenangnya kakak alumni hanya untuk nanya-nanya program yang saya ngga ngerti melalui whatsapp. Saya pernah hampir putus asa untuk ganti topik TA saking saat itu ngga ada orang yang bisa ditanyai tentang TA saya ini. Saya pernah……………….. ah segalanya.

Lalu saat ada dua pekerjaan berbeda menghampiri, saya seperti dibiarkan memilih, akuntansi yang telah lebih dahulu menjadi amanah, atau geofisika yang menjadi minat dan ilmu yang saya pelajari selama ini?

Wallahu’alam, Allah, show me Your beautiful way….

Semakin saya sadari, hidup tidak pernah tidak ada pilihan. Kita akan selalu dibiarkan memilih. Jalan manapun yang akan kita tempuh nantinya, yang pasti semuanya semoga tertuju hanya pada Dia..

Namun, dibalik bimbangnya persimpangan ini, satu poin penting yang 2 minggu ini saya dapatkan sangat berharga sekali, benar-benar melalui pengalaman yang dialami sendiri, yaitu saya harus menghargai usaha sendiri. Jangan terlalu melebihkan perasaan senang itu, apalagi disamarkan oleh kata ‘tulus’. Ya, saya belajar banyak hal, terutama tentang mengapresiasi diri sendiri 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on January 7, 2014 by in hikmah.
%d bloggers like this: