Sundus Mirrotin's Weblog

life is words, just share it! ^^

4 Pesan Moral

Halo, assalamualaykum! ^^

Saya mau berbagi nih. Alhamdulillah banyak berkah juga ya aktif di yayasan berbasis Islami, jadinya selalu ikut kajian-kajian Islami sambil berprogram sosial.

Kebetulan minggu lalu adalah hari maulid nabi ya? Alhamdulillah juga diberi kesempatan ikut menghadiri sekaligus berpartisipasi dalam pengadaan acara PHBI (Perayaan Hari Besar Islam). Dan yang mengisi kegiatan seru kemarin adalah pak KH. Miftah Faridl.

Seruu, banyak hikmah, dengan pertemuan kemarin, berarti sudah sekitar dua kali saya menjadi pendengar ceramah beliau ^^. Tapi dulu lupa, masih SMP jadi ngga begitu inget bahasannya apa -_-. Yang sekarang, insya Allah akan saya rangkum poin terpentingnya disini :).

Nabi Muhammad, lahir di Makkah dan meninggal di Madinah, beliau hidup selama 62 tahun sebelum Allah memanggilnya. Beliau adalah Nabi dan Rasul terakhir umat manusia, hal itu mutlak, jangan ada embel-embel ‘bagi sebagian orang’. Pokok bahasan yang diambil di PHBI kemarin adalah bagaimana seorang Rasulullah Muhammad SAW adalah seorang yang rahmatan lil alamin, akhlaknya khuluqin ‘adzim.

Makkah, saat Rasul diperintah Allah untuk menyebarkan din Islam, merupakan suatu daerah yang penuh konflik, kejahiliyahan berada dimana-mana, hingga Rasul berhijrah ke Madinah, lalu kembali lagi ke Makkah untuk menaklukkan kota Makkah, menegakkan din Islam. Ajaran Nabi Muhammad dan nabi/rasul sebelum-sebelumnya seluruhnya sama, yaitu bertauhid (QS : 6 : 36), bagaimana hanya meyakini Laa Ilaaha Illallah, Muhammadurrasuulullah (kalimat muhammad sebagai Rasul mulai berlaku sejak Muhammad diangkat menjadi Rasul).

Islam, bukan agama yang keras sebagaimana yang selalu diumbar oleh para kaum pembenci Islam. Justru akhlak Nabi Muhammad, yang begitu dikagumi menjadi salah satu alasan (disamping Allah yang mengizinkan fitrahnya tumbuh QS : 6 : 125) banyak masyarakat Arab saat itu sangat mencintai Islam. QS : 21 : 107 rahmatan lil alamin, QS : 33 : 21 uswatun hasanah. Oleh karena itu, sangat wajib bagi kita untuk menjadi da’i yang santun seperti yang beliau contohkan.

Dan mari kita bicara mengenai Indonesia. Negara yang penuh konflik ini tanpa diumbar pun semua sudah paham banyak sekali masalah di negara ini, mulai dari korupsi yang terus beranak pinak, gaya hidup yang mulai tak manfaat, hingga karakter santun yang semakin meluruh, bagaimana muslim sesungguhnya harus menjalani perannya??

Dari ceramah pak Miftah ini, ada 4 poin penting yang harus dicamkan oleh para muslim yang berada di negeri yang penuh dengan konflik (apalagi Indonesia) :

  1. Tebarkan dan budayakan salam kesantunan. Buatlah orang lain senang, tanamkan dalam hati bahwa senyum itu minimal adalah sodaqoh kita nabung pahala. Jangan dikit-dikit cari musuh, bila dalam pergaulan sosial saja sudah punya banyak musuh, bagaimana bisa melanjutkan risalah nabi yaitu mengajak manusia bertauhid? 🙂
  2. Bangunlah keakraban dan persaudaraan. Artinya perbanyak kawan dibandingkan lawan. Dengan begini, orang pun akan paham, ternyata Islam itu memang menyamankan, senang berada di lingkungan yang Islami 🙂
  3. Wujudkan kepedulian sosial. Ini krusial karena sangat ngena dengan kondisi perekonomian Indonesia yang lemah (walaupun kata headline koran pertumbuhan ekonominya bagus -_-). Keluar rumahlah sesekali kawan, keliling kota dan tengok saja dalam kurang lebih satu jam pasti setidaknya ada satu orang tidak mampu yang butuh pertolongan kita. Memang bila mati miskin itu adalah kesalahan diri sendiri, tapi sadarilah bahwa selagi kita lebih mampu, alangkah lebih baiknya untuk menolong orang-orang yang ekonominya lemah, sehingga orang pun sadar, Islam itu adalah suatu kesatuan, sistem, yang saling tolong menolong saudaranya yang membutuhkan.
  4. Jadilah masyarakat yang tangguh, berjiwa besar, optimis, kuat hati, dengan memelihara shalat malam. Poin ini pada dasarnya poin yang paling sering dibahas saat PHBI kemarin, karena kebetulan peserta PHBI nya kebanyakan pemuda pemudi, dan pemuda pemudi inilah generasi harapan yang akan menguatkan umat Islam. Eh tapi ini dengan catatan loh ya, shalat wajibnya udah pasti dilaksanakan. Kata pak Miftah, berdasarkan sejarah nabi yang beliau baca (hehe, saya belum baca langsung soalnya), ibadah sunnah yang tidak pernah Rasul lewatkan adalah shalat malam. Ibadah sunnah loh ya, tidak wajib. Sebenarnya kan level sunnah berada satu tingkat di bawah wajib, artinya, untuk menjalankan yang sunnah, yang wajibnya harus sudah terjamin dulu dilakukan. Dengan shalat malam, hati itu akan terasa lebih kuat, tidak akan jadinya : ada masalah sedikit jadi pundungan, ada konflik sedikit jadi galau, ada hambatan sedikit jadi menyerah.

Ya, dan itulah poin-poin pentingnya. Berdasarkan ceramah beliau, insya Allah dengan menerapkan 4 poin tersebut, hidup akan selamat! 🙂

friendship-72a

Tiga poin pertama merupakan aksi kesholihan sosial, yaitu ibadah-ibadah yang dilakukan terhadap sesama, agar terjalin sebuah kesatuan umat yang harmonis. Sementara poin terakhir adalah kesholihan pribadi, yang diperuntukkan agar terbentuknya karakter diri yang tangguh (ya mencontoh Rasul lah begitu :D). Oya, ada satu pesan juga katanya kalo bisa jangan lewatkan shalat sunnah qobla subuh tapi saya teh lupa alasannya kenapa T_T. Kalo tidak salah beliau bilang, shalat yang tidak bisa dijamak dengan yang lain hanyalah shalat subuh, ya kan? Dzuhur dan Ashar bisa dijamak, sehingga sunnah qobla dan ba’da dzuhurnya bisa saja terlewat, kemudian Maghrib-Isya pun bisa dijamak, sehingga sunnah ba’da maghrib-isyanya juga bisa saja terlewat, sementara subuh ga bisa dijamak dengan sholat manapun makanya penting juga sekalian qobla subuh 🙂 Tapi minimal rutinkan dulu shalat wajib subuhnya, kata pak Miftah, tong subrang wae hehe (subuh kabeurangan = subuh kesiangan :p).

Dan…….. bagi saya sendiri, saya masih mencoba untuk melakukan poin keempat ini. Dan belum rajin-rajin 😦 Semoga yaaa semoga bisa rajin, aamiin ya Allaaah 🙂 🙂 🙂 .

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on January 25, 2014 by in hikmah, Religy.
%d bloggers like this: