Sundus Mirrotin's Weblog

life is words, just share it! ^^

Egois dalam Hidup?

Egois. Sering dengar kata itu kan? Egois bisa disederhanakan sebagai mementingkan urusan diri sendiri. Saat kita egois, tentu akan lebih nyaman, karena pikiran kita hanya fokus pada “yang penting gue senang”. Anda pernah egois? Saya sih pernah. Itu menyenangkan, tapi lama-lama menyebalkan. Kenapa? Karena saat Anda bertemu dengan orang yang sama-sama egois, Anda akan menyadari bahwa saat Anda egois, Anda itu menyebalkan.

Saat saya kuliah semester 6 hingga semester 7, saya sudah membangun sebuah road map yang saya idam-idamkan. Kuliah aktif disana, aktif disini, ikut pelatihan disana, disini, les disana, disini, lulus kuliah lanjut disana, disini, main kesana, kesini. Sudah saya tempel semua di dinding ungu kosan saya dahulu, paling pojok, dengan kertas lipat warna warni biar terkesan colorful dan bikin semangat!

Tentu saya semangat dong! Karena saya hanya tinggal menjalani hidup semau saya, yang penting saya senang, puas, dan sebagainya.

Hingga pada suatu ketika saya telah lulus kuliah, road map yang saya bangun ternyata harus berubah, semoga saja statusnya bukan berubah total, tapi tertunda dahulu, berjalan dulu melewati road map yang lain hingga pada akhirnya ke road map saya semula.

Saya sekarang paham, saya tidak bisa menjadi egois, karena egois itu menyebalkan. Yang harus saya sadari pula, saya ini bukan hanya sebuah harapan dari diri saya sendiri, pasti ada orang lain yang menaruh harapan dari hidup saya, dengan kata lain, saya ini dibutuhkan, artinya saya ngga bisa egois. Saya butuh orang lain, orang lain pun butuh saya, hidup akan terus seperti itu. Saya benar-benar sedang mencoba beragam pola bagaimana caranya agar kebutuhan orang lain akan saya itu terpenuhi, sekaligus juga kebutuhan saya akan diri saya pun ikut terpenuhi, artinya, saya dan orang lain sama-sama puas.

Anda tahu, itu sulit. Apalagi saat Anda benar-benar sedang mencoba menjadi bermanfaat (ya katakanlah singkatnya “tidak mementingkan diri sendiri/tidak egois” itu adalah “ingin bermanfaat bagi sekitar”), Anda melihat sosok dekat di sekitar Anda yang bisa egois dengan leluasa, atau singkatnya lagi punya kebebasan untuk menjalankan road map nya sendiri.

Ya, mungkin skenario orang berbeda-beda. Ada yang kebutuhan diri dan lingkungannya sama dengan road map yang dibuatnya, ada juga yang road map nya tidak sesuai dengan kebutuhan sekitarnya~ Kita hanya harus bertahan dan terus memetik segala poin ibadah dari setiap prosesnya.

Anda tahu, saya ingin sekali kesana 😦 Sama seperti seseorang yang sedang egois itu juga dengan mudahnya menyusun rencana kesana :(. Anda tahu, pada dasarnya saya bisa saja kesana, banyak sekali peluang, kesempatan, dan penawaran kesana, kalau saja saya punya perasaan tidak peduli terhadap kebutuhan lingkungan saya sekarang saya bisa kesana.

Dan Anda tahu, saya sedang berusaha ikhlas dan menyenangkan diri, meyakinkan diri, bahwa saya harus yakin skenario ini memang yang terbaik.

Satu poin peeeeeeeenting yang bisa saya dapat, bahwa hidup itu ngga semulus paha snsd, ngga semulus juga kepalanya deddy corbuzier, hidup itu bisa ke kanan bisa ke kiri, kayak latihan dapetin sim motor, ya zig zag gitu, kadang luruuus, kadang kita mau ke kanan, harus ke kiri, kadang juga bulet bulet ngikutin angka delapan. Dan, kita harus petik poin poin pahala di tiap lajunya.

Selamat Jumat berkah 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on March 14, 2014 by in Uncategorized.
%d bloggers like this: