Sundus Mirrotin's Weblog

life is words, just share it! ^^

Daily Activities- Gara-Gara Berkcman

Jumat, 23 Mei 2014

Pagi hari saya bangun dengan segarnya, membuka pintu kamar yang sengaja dikunci, lalu wudhu dan shalat subuh. Tanpa lama-lama, saya meminum segelas air putih dan berniat membangunkan adik bungsu saya yang sejak lebih pagi sudah mogok sekolah. Tidak berhasil membujuk Meshaal, saya buang saja waktu dengan merendam cucian kotor satu keluarga ini. Jadwal rutin setiap pagi.

Seharusnya hari ini ada bimbel rutin persiapan sbmptn di yayasan. Namun karena para siswa kelas tiga SMA sedang sibuk-sibuknya pelepasan di sekolah masing-masing, jadwal mengajar jadi lebih singkat. Saya sms pengajar untuk ontime jam 10, dan mengundang beberapa siswa yang mau diadakan bimbel, ya walaupun hanya 2 orang IPA. Pengajar IPS pun batal berangkat dari nangor karena siswa IPS nya yang tidak ada. Besok, entahlah akan ada bimbel atau tidak, sepertinya masih sesepi hari ini…

Pukul 9 pagi, sudah dalam keadaan sarapan pagi dengan tahu isi dan ayam opor setengah matang (–“), saya diminta untuk membantu ibu saya yang sedang S3 di ITB untuk dibuatkan jurnal mengenai polimer sampah, sekedar bantu mengetik dengan cepat, membuat grafik, dan merapikan template  jurnal, ya cukup menghabiskan waktu saya hingga adzan dzuhur. Tidak lupa pesanan print-an kertas kosong berkop PT Gian Mandiri yang dipesan oleh Bu Eni sudah saya siapkan lebih pagi.

Sesekali jenuh itu ada. Di sela-sela kejenuhan membantu mencarikan perumusan fraksi massa, saya iseng mengumpulkan kemeja tak terpakai punya Ayah untuk saya rombak agar bisa dipakai seukuran badan saya. Alhasil, lumayan 5 hingga 6 kemeja tambahan siap mengisi lemari saya. Saya coba pakai, dan nampaknya memang harus sedikit dikecilkan, ya taulah ya ukuran bapak-bapak dan wanita seukuran anak SMA kan beda ya 🙂

Seusai jurnal yang sudah dikirim ke email teman ibu, saya meluncur ke kantor untuk bekerja. Sebelumnya mampir dulu ke daerah pasar ujungberung untuk mencari mamang vermak lepis, eh permak levis. Ya, kemeja bisa dicoba dikecilkan tapi saya ngga menyangka harganya sampai 15 ribu per kemeja. Huhu sekarang sudah mahal ya harga-harga… Dengan berniat menjadikan 2 buah kemeja sebagai bahan percobaan, saya titip kemeja pada mamangnya yang janji sore sudah rebes, agar saya bisa ke kantor.

Saat ini di kantor saya tidak sengaja membaca cerbung di PR mengenai seorang aktivis yang rajin menulis buku harian mengenai kehidupan sehari-harinya yang menantang di tengah revolusi dunia eropa dan amerika. Alexander Berckman? Pernah dengar? Saya baru dengar dia sejam yang lalu. Dan gara-gara dia, saya jadi tergelitik untuk menulis buku harian lagi, tapi kali ini, pada media elektronik.

Sepulang dari kantor, saya akan sebentar menengok yayasan tempat bimbel diadakan dan mampir ke tukang vermak lepis tadi lalu pulang. Tapi sayang, adik saya yang baru selesai UN kemarin dari pagi sudah merengek menagih janji saya yang akan mentraktirnya makan hokben paket termurah. Padahal kan saat itu cuma penyemangat dia aja biar semangat belajar UN yak –“

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on May 23, 2014 by in Uncategorized and tagged .
%d bloggers like this: